Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Samto mengatakan pihaknya mengembangkan enam jenis literasi untuk masyarakat.
“Literasi merupakan kunci untuk terus-menerus belajar dan meningkatkan kompetensi agar siap masuk ke dunia kerja, bijak mengambil keputusan dan aktif berpartisipasi,” ujar Samto dalam webinar perayaan Hari Aksara Internasional yang dipantau di Jakarta, Rabu (8/9)
Keenam literasi yang dikembangkan Kemendikbudristek yakni literasi baca tulis, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi numerasi, serta literasi budaya dan kewargaan.
Baca juga: Pakar UGM: Varian MU tidak Lebih Ganas Dibandingkan Delta
Dengan literasi, lanjut Samto, masyarakat dapat menjalani hidup pada saat ini dan pada masa depan dengan baik. “Literasi harus menjadi arus utama dalam perkembangan di abad 21. Enam literasi ini harus dapat menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik pada saat ini dan pada masa depan, Literasi bukan hanya untuk orang buta huruf tetapi untuk seluruh lapisan masyarakat,” terang Samto.
Kemendikbudristek menyiapkan sejumlah strategi untuk penuntasan buta aksara di Tanah Air. Pemerintah menargetkan penurunan angka buta aksara menjadi kurang dari satu persen pada 2024 dan menjadi kurang dari 0,05 persen pada akhir 2030.
Pemerintah telah membuat sejumlah strategi untuk mengatasi buta aksara di Tanah Air. Strategi pertama yakni meningkatkan literasi remaja yang mana Kemendikbudristek telah mengembangkan kurikulum yang menekankan pada penguasaan kompetensi dan penguatan karakter peserta didik.
Baca juga: Optimalisasi PeduliLindungi di Tempat Publik untuk Skrining
Strategi kedua yakni meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan literasi masyarakat. Untuk itu perlu kerja sama para pelaku pendidikan serta dukungan yang kuat dari berbagai pihak termasuk pegiat literasi. Strategi berikutnya yakni kerja sama dan kolaborasi satuan pendidikan dengan berbagai pihak harus terus dikembangkan secara terprogram dan berkesinambungan.
Secara umum, untuk buta aksara mengalami penurunan. pada 2019, angka buta aksara sebanyak 1,78 persen atau 3.081.136 orang. Sementara pada 2020 turun menjadi 1,71 persen, atau menjadi 2.961.060 orang. Sejumlah daerah yang masih tinggi angka buta aksaranya yakni Papua (22,03 persen), Nusa Tenggara Barat (7,52 persen), Sulawesi Barat (4,46 persen), Nusa Tenggara Timur (4,24 persen), dan Sulawesi Selatan (4,11 persen).
Samto menambahkan upaya penuntasan buta aksara terkendala pandemi covid-19, sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. Untuk itu dia mengajak semua pemangku kepentingan untuk bahu-membahu melakukan penuntasan buta aksara. (Ant/H-3)
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti pada kegiatan mengajar di kelas, tetapi juga mencakup pembimbingan secara menyeluruh.
Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen RI) pada 10 Maret 2026.
BPIP dan UMY menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Pembinaan Ideologi Pancasila
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Penguatan karakter yang sudah terbentuk di entitas Paskibra sekolah ini diharapkan menjadi dasar pijakan kuat karakter mereka.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Perlunya pengawasan orang tua, kesehatan, serta literasi digital anak di era teknologi.
Studi terbaru mengungkap menurunnya penggunaan internet pada lansia bukan sekadar masalah fisik, melainkan pilihan sadar dan faktor kognitif.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Dari sekadar mengunggah foto, Mama Redha bahkan kini menjual hasil tangkapan laut melalui TikTok Live, dan aktif sebagai streamer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved