Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH banyak orang tua yang meminta anak-anaknya bekerja setelah lulus menuntut ilmu. Hal itu menjadi alasan mengapa jumlah wirausaha di Indonesia minim. Anggota Komisi X DPR RI, Desy Ratnasari mengingatkan Kemendikbudristek betapa pentingnya peran orangtua ini.
"Pendidikan karakter yang merupakan cikal bakal wirausaha baru harus dimulai dari keluarga. Jadi, suka tidak suka maka revolusi mental harus diawali dari keluarga. Hal ini menurutnya yang amat penting ditekankan pemerintah agar target terciptanya jutaan wirausaha baru tercapai. Tidak hanya kebijakan dari hilir, melainkan juga hulu karena dari keluarga harus disosialisasikan,” ujarnya saat menanggapi program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Ditjen Vokasi Kemendikbudristek.
Program PKW adalah layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha.
Alokasi dana diberikan sesuai kategori lembaga, yakni Tipe A (platinum) sebesar Rp15-Rp25 juta per orang dan Tipe B (silver) sebesar Rp2-Rp6 juta per orang. Pemerintah menganggarkan Rp85,5 miliar untuk target 1.000 peserta platinum dan 15.676 peserta silver.
Agility dan capacity
Sementara itu, motivator dan pendiri ESQ, Ary Ginanjar mengungkapkan pendidikan vokasi saat ini sebagian besar mengajarkan kompetensi. Padahal lanjut Ary, kompetensi ini hanya memiliki pengaruh sebesar 10% hingga 20% sedangkan sisanya adalah agility dan capacity.
"Saya sadari bahwa peserta didik saat ini yang tidak dimiliki dan tidak diajarkan adalah agility yaitu kemampuan untuk menahan tekanan dan capacity yaitu keluasan hati bukan skills,” ujar Ary.
Ary mengatakan, terdapat lima agility yang harus dimiliki para peserta didik saat ini. Pertama, change agility, di mana peserta didik harus mampu menghadapi perubahan termasuk tekanan saat pandemi yang sedang dialami. Kedua, mental agility yaitu mental peserta didik yang tahan banting. Ketiga, people agility yaitu kemampuan untuk bernegosiasi dengan orang yang datang dengan berbagai sudut cara pandang dan berbagai kultur.
Keempat, learning agility, di mana hari ini belajar A, tiba-tiba ilmu yang diajari tidak bisa dimanfaatkan dan harus mau belajar lagi. Kelima, result agility yaitu memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pada kondisi apapun. Ia pun menambahkan, terdapat tujuh aturan untuk menjadi pengusaha, yakni tetapkan tujuan dan jumlah, tetapkan yang bisa diberikan demi tujuan, tetapkan tanggal target, buat rencana, tulis semuanya, baca keras-keras, dan doa.
Ary berharap, para guru dan dosen pendidikan vokasi mempunyai ilmu coaching agar dapat mendidik dengan cara terbaik. “Guru harus berubah cara berpikir. Selain itu, orang tua juga harus dibekali ilmu coaching,” tambahnya.(H-2)
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Sidang putusan kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek dijadwalkan 30 April 2026. Kerugian negara disebut capai Rp2,1 triliun.
Meski demikian, jaksa penuntut umum tetap menuntut Ibrahim dengan hukuman 15 tahun penjara serta uang pengganti sebesar Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sosok Ibrahim Arief alias Ibam, konsultan teknologi sekaligus CTO GovTech Edu, dituding sebagai arsitek utama di balik terpilihnya produk Google
Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung peran CESGS sebagai PUI-PT Bisnis Berkelanjutan.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved