Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri–Dosen Perguruan Tinggi Vokasi. Program ini didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan alokasi sebesar Rp25,5 miliar.
Program ini berbasis pada demand driven, yaitu riset yang digerakkan berdasarkan permintaan dan kebutuhan guna menyelesaikan masalah nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pasar, maupun masyarakat. Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan, riset terapan di pendidikan tinggi vokasi merupakan bagian dari link and match antara institusi pendidikan dengan industri.
Melalui program ini, fokus utama hasil riset terapan harus berujung pada peningkatan produktivitas di industri, peningkatan nilai tambah produk dalam negeri, atau dalam bentuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga impaknya dapat dirasakan secara nyata.
"Filosofi riset terapan vokasi adalah start from the end yang artinya mulai dari belakang, ada persoalan, dan kebutuhan nyata yang kemudian menjadi faktor para dosen untuk meriset. Mindset ini harus dikembangkan sehingga riset bukan hanya eskplorasi intelektual sang peneliti, namun riset yang dirancang dari pergulatan sang peneliti dengan problematika riil yang dihadapi industri, UMKM, dan juga masyarakat,” tutur Wikan dalam keterangan yang diterima, Sabtu (26/6).
Wikan menjelaskan, skema program riset terapan sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi yaitu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan DUDI. Hal ini perlu ditunjang oleh kolaborasi, sinergi, dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) agar tercipta ekosistem riset yang kokoh.
"Program ini hendak membangun ekosistem riset terapan, caranya adalah riset-riset terapan diprogram ini harus bersifat multidisiplin dan kolaboratif dengan DUDI dan masyarakat. Melalui program ini kita memperkuat sinergi dosen dari beragam disiplin ilmu, bisa dari politeknik dengan universitas, dari dosen diploma atau sarjana terapan dengan dosen S-1, S-2, dan S-3, bahkan para mahasiswa pun ikut dilibatkan dalam riset ini," ujarnya.
Peluncuran program ini didukung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Anindya Bakrie mengungkapkan beragam persoalan ketenagakerjaan terjadi di masa pandemi Covid-19 terutama bagi UMKM. Menurut dia, pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi langkah jangka panjang bagi peningkatan daya saing bangsa.
"Apa yang kita diskusikan hari ini bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan LPDP, juga inisiatif yang dilakukan adalah sesuatu yang memang tepat pada waktunya dan tepat sasarannya,” sebut Anindya. (RO/OL-15)
Sidang putusan kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek dijadwalkan 30 April 2026. Kerugian negara disebut capai Rp2,1 triliun.
Meski demikian, jaksa penuntut umum tetap menuntut Ibrahim dengan hukuman 15 tahun penjara serta uang pengganti sebesar Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sosok Ibrahim Arief alias Ibam, konsultan teknologi sekaligus CTO GovTech Edu, dituding sebagai arsitek utama di balik terpilihnya produk Google
Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung peran CESGS sebagai PUI-PT Bisnis Berkelanjutan.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved