Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Bin Ahmed Abid Althaqafi mengirimkan surat ke DPR RI untuk mengklarifikasi pemberitaan mengenai kuota haji bagi Indonesia tahun ini.
Althaqafi, dalam surat tersebut, mengatakan bahwa pemberitaan yang menyebut Arab Saudi tidak menyediakan kuota haji untuk Indonesia tidak benar dan tidak dikeluarkan oleh otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi.
Selain itu, otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi, hingga saat ini, belum mengeluarkan instruksi apapun berkaitan pelaksanaan haji Indonesia maupun bagi para jemaah haji lainnya dari seluruh dunia.
Baca juga: Kedutaan Arab Saudi Klarifikasi Terkait Haji Tahun Ini
Saat ini, sedang viral pemberitaan di sejumlah media massa serta media sosial di Indonesia bahwa tahun ini, Indonesia tidak mendapatkan kuota haji.
Pemberitaan yang mengutip pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menyatakan telah memperoleh informasi bahwa Indonesia tidak memperoleh kuota haji pada tahun ini, juga pernyataan dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang menyebutkan adanya 11 negara yang telah memperoleh kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi ada tahun ini, namun Indonesia tidak termasuk dari negara-negara tersebut itu ditepis oleh Althaqafi.
“Berita-berita tersebut tidaklah benar dan hal itu tidaklah dikeluarkan oleh otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi. Di samping itu, otoritas yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi, hingga saat ini, belum mengeluarkan instruksi apapun berkaitan pelaksanaan haji tahun ini,” ujarnya dalam surat tersebut.
Althaqafi berharap anggota DPR RI dapat melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak kedutaan atau otoritas resmi Kerajaan Arab Saudi lainnya agar dapat mendapatkan informasi yang valid. (RO/OL-1)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved