Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA para ilmuwan dan ahli gizi di dunia mengatakan saat ini masalah yang dihadapi adalah malnutrisi menyebabkan stunting dan juga ada permasalahan obesitas atau kegemukan.
Hal tersebut disampaikan Dr. Sudung Nainggolan, MHSc , selaku ketua penyelenggara Webinar Internasional Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Dalam webinar dengan tema ‘Strategy and Innovation of Striving Double Burden Malnutrition in the Pandemic Era in Indonesia’, yang diselenggarakan secara daring pada 26–27 November 2020, Dr.Sudung mengatakan,"UKI berkomitmen bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, melakukan pendampingan program pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.”
Dr. Sudung yang merupakan akademisi FK UKI ini menjelaskan bahwa stunting adalah keadaan gagal tumbuh kembang anak yang terjadi sejak 1.000 hari pertama kehidupan (1000 HPK), yaitu sejak dalam kandungan sampai anak usia 24 bulan.
"Anak stunting selain fisik lebih pendek dari umurnya, juga kecerdasannya kurang berkembang dibanding dengan anak-anak normal yang tidak stunting. Selain itu anak stunting cenderung lebih mudah sakit sehingga tidak produktif," jelasnya.
Oleh karena sejak dalam kandungan telah terjadi berbagai gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh dan sistem metabolisme, anak stunting juga cenderung pada usia dewasa lebih mudah menjadi gemuk dan obes.
"Anak-anak ini juga berisiko tinggi menderita penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan kanker," tuturnya.
Saat ini Fakultas Kedokteran UKI memiliki Stunting Center yang melayani konseling masyarakat dan peneliti-peneliti yang ingin mencari informasi lengkap tentang stunting.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menunjuk FK UKI menjadi salah satu dari 17 universitas menjadi pendamping pemerintah kabupatendalam penanggulangan stunting.
Sementera itu, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di bawah Sekretariat Wakil Presiden menetapkan 100 kabupaten prioritas penanggulangan stunting di mana setiap kabupaten ditetapkan 10 Desa.
“FK UKI mendampingi 10 desa di Kabupaten Sumedang. Setelah dua tahun UKI hadir, saat ini terjadi penurunan prevalensi stuntingdari semula 40,10% menjadi 11,27% di 10 desa Kabupaten Sumedang," ujar dosen dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakaty/Kedokteran Komunitas FK UKI.
"Selain melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat juga dilakukan berbagai penelitian, dokter muda kami kerahkan untuk tinggal (live-in) di antara masyarakat Sumedang. Dokter muda FK UKI mengedukasi masyarakat tentang stunting yang menghambat pertumbuhan dan kecerdasan anak bangsa," kata Dr.Sudung.
Dalam rangka penanggulangan stunting, ada dua pendekatan yang dilakukan yaitu intervensi gizi spesifik.Ini merupakan intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan stunting. Sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui anak usia 0-6 bulan dan 7-24 bulan.
Pendekatan kedua adalah intervensi gizi sensitive yang merupakan upaya pencegahan dan mengurangi masalah gizi secara tidak langsung. Kegiatan ini pada umumnya dilakukan oleh sektor non–kesehatan dan melibatkan beberapa kementerian di Indonesiadan berkontribusi pada 70% Intervensi Stunting. .
Di webinar internasional, FK UKI juga menghadirkan secara virtual pembicara dari luar negeri seperti Prof. Barry Michael Popkin dari University of North Carolina, USA yang merupakan pakar stunting dan obesitas. Lalu ada Prof. Koen Venema dari Belanda bersama Prof. Ingrid Surono yang ahli di bidang mikro nutrisi.
"Pakar dari dalam negeri ada Prof. Endang Achadi FKMUI, Prof. A. Razak Thaha FKM Unhas,Prof. Fasli Jalal Rektor Universitas YARSI, Prof. (Em) Soekirman, SKM, MPS-ID, PhD dariKetua Koalisi Fortifikasi Indonesia, “ tutur Dr.Sudung.
Tak hanya itu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH juga tampil sebagai pembicara.
Akademisi FK UKI, Prof. (Em) Soekirman menjelaskan tentang fortifikasi yakni satu upaya meningkatkan nilai gizi suatu atau beberapa jenis makanan dengan menambahkan satu atau beberapa zat gizi tertentu dengan teknologi industri pangan.
“Tujuan utama fortifikasi pangan adalah menolong rakyat miskin yang kekurangan zat gizi mikro. Zat gizi yang ditambahkan disesuaikan dengan masalah kurang gizi mikro yang ditentukan oleh pemerintah," kata Prof.Soekirman.
"Kita dapat melakukan upaya mengatasi kelaparan tersembunyi dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja kelompok masyarakat miskin melalui perbaikan nilai gizi makanan sehari-hari yang tidak seimbang menjadi seimbang, melalui makanan dan non makanan, “ para Prof.Soekirman dari Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan di Indonesia.
Tayangan lengkap webinar Internasional dapat dilihat di channel Youtube Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, https://www.youtube.com/watch?v=rhtoxAHE8zI. (RO/OL-09)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved