Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, membuat terobosan inovasi teknologi penguat ketahanan pangan. Inovasi itu alat pemerah susu otomatis dan mesin penyortir jagung berbasis digital.
Kedua teknologi canggih itu solusi bagi peternak dan petani yang masih menggunakan alat konvensional.
Dalam rilis yang disampaikan Humas Fakultas Teknik UB Miko Irfanti, Rabu (30/9), alat pemerah susu otomatis menggunakan teknologi plasma nontermal buatan mahasiswa Teknik Elektro. Alat itu menggabungkan teknologi pemerah dan sterilisasi. Tujuannya agar susu tidak terkontaminasi lingkungan.
Teknologi dirancang oleh Muhamad Ibnu Fajar dan Mahasiswa Kedokteran Hewan yaitu Elfahra Casanza Amalda dan M. Ali Akram Syah. Pembimbingnya ialah Ir. Nurussaadah, MT.
Teknologi yang diberi nama MOOSPIN itu didesain khusus dengan mengintegrasikan Internet of Things (IoT). Keunggulannya lebih memudahkan dalam memantau dan mengontrol jarak jauh.
"Dengan IoT, pengguna dapat dengan mudah memantau melalui perangkat komputer atau smartphone," tegas Muhamad Ibnu Fajar.
Pemerah susu otomatis ini juga terhubung dengan teknologi sterilisasi menggunakan plasma dingin bersuhu ruangan yang dialirkan menuju tangki penyimpanan susu.
Selain itu, Chandra, Nisrina Rania Habibah, Angela Sembiring dan Revy Dhea Septyaningrum membuat mesin penyortir jagung. Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian UB itu membuat inovasi mesin sortasi biji jagung untuk mendapatkan benih jagung berkualitas.
Teknologi itu memisahkan biji jagung berkualitas baik dan buruk dalam wadah berbeda. Pemisahan biji saat proses perontokan menggunakan metode mengidentifikasi objek-objek pada sebuah gambar atau metode Convolutional Neural Network (CNN).Â
Tiap biji dipindai oleh kamera, datanya diproses di CNN yang sudah diprogram. Lalu pipilan jagung kualitas baik dan buruk yang terlepas dari tongkolnya secara otomatis tersortir, dan masuk ke wadah terpisah. Cara kerja mesin penyortir ini bisa dikendalikan jarak jauh dan waktu yang bisa diatur kapan pun. Sebab, mesin itu berbasis teknologi IoT. Petani juga bisa memonitoring selam proses sortasi biji jagung.
"Jadi kalau ada IoT ini, pengguna dapat memantau dan mengontrol mesin penyortir jagung ini dari jarak jauh melalui ponsel atau perangkat lain yang terhubung dengan internet," terang Ketua Tim Peneliti Nisrina Rania Habibah. (OL-13)
Baca Juga: Teknologi Perikanan Karya Mahasiswa UGM Membanggakan
Lonjakan harga energi sebagai dampak utama konflik telah mendorong kenaikan biaya logistik dan produksi pangan dunia.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
Nova menjelaskan bahwa stok komoditas utama seperti beras dan protein hewani telah dikunci untuk jangka menengah.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka di Jakarta. Ajang ini menjadi peluang inovator Indonesia menembus pasar internasional dan memperkuat ekonomi.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
PT Data Labs Analytics (datalabs.id) berhasil meraih penghargaan 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia atas pencapaiannya dalam ekosistem Google Cloud.
Menanti kehadiran Motorola Edge 70 Pro. Simak bocoran spesifikasi gahar, prediksi performa, dan fitur canggih yang akan dibawa flagship ini.
Prof Harris menegaskan pentingnya melampaui dogma hukum klasik dan mendorong algoritma dapat digugat secara hukum demi keadilan korban
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved