Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah wilayah perairan di Indonesia terpantau akan mengalami gelombang tinggi selama tiga hari yakni Selasa (15/9) hingga Kamis (17/9). Oleh karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi tersebut.
Dari hasil pantauan BMKG, terlihat bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 6-25 knot, sedangkan pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, perairan Banten hingga Jawa Barat, Laut Banda, dan Laut Arafuru," kata Kepala Bidang Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana dalam keterangan, Selasa (15/9).
Baca juga: Ini Tahapan Penetapan dan Pengakuan Hutan Adat
Kondisi itu mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Laut Natuna Utara, Laut Natuna, perairan Kotabaru, Selat Makasar, perairan Selatan Pulau Flores, perairan Rote-Kupang, Laut Timor, Laut Flores, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepualauan Sangihe-Talaud.
Laut Maluku, perairan selatan Kepulauan Banggai-Sula, perairan Manui-Kendari, perairan Kepulauan Wakatobi dan Bau-Bau, perairan Kepulauan Selayar, Laut Banda, perairan selatan Pulau Buru-Seram, Laut Seram bagian timur, perairan Amamapare, perairan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai-Aru, Laut Arafuru, dan perairan Jayapura.
Selanjutnya, gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter diperkirakan akan terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, diantaranya adalah perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Simuelue hingga Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Pulau Sumba, dan perairan Pulau Sawu.
Sementara, potensi gelombang sangat tinggi dengan kisaran 4 hingga 6 meter diperkirakan akan terjadi di perairan Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).
Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti *kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) juga diimbau agar waspada.
"Potensi gelombang ini beresiko sangat tinggi terhadap keselamatan pelayaran," pungkasnya. (H-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved