Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA program pengaman sosial yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), diharapkan bisa membantu pencegahan dan penanganan stunting (gagal tumbuh pada anak) yang ada di Indonesia.
“Kita punya dua program besar ini karena cakupannya luas, pesertanya jutaan keluarga, dan sudah berjalan lancar serta sistematis. Program ini bisa disatukan dalam penanganan stunting,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara, kemarin.
Untuk itu, Mensos meminta jajarannya melakukan kajian, sejauh mana komoditas pangan dalam hal ini beras memiliki kandungan gizi yang bisa berkontribusi dalam penanganan stunting. “Saya meminta Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (BP3S) untuk mengkaji hal ini. Pada prinsipnya, tentu saja, Kemensos mendukung penurunan stunting. Itu bisa didorong bila kita pastikan bahan pangan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) memang mengandung asupan gizi yang baik,” kata Juliari.
Lebih lanjut, Mensos juga berharap semua jenis bahan makanan yang disediakan di E-Warong memenuhi asupan gizi. Bila ada bahan makanan yang kurang memenuhi asupan gizi, secara bertahap bisa diganti. Juliari menyampaikan dua program tersebut juga ditawarkan kepada Tanoto Foundation sebagai salah satu mitra Kemensos dalam mengatasi persoalan stunting ke depan.
Sebelumnya, Kemensos melalui BP3S telah membuat MoU dengan Tanoto Foundation dalam pengembangan sumber daya manusia untuk penanganan stunting.
Kepala BP3S Syahabuddin mengatakan, dengan bekal yang dimiliki SDM Program Keluarga Harapan, maka upaya pengentasan stunting bisa dimaksimalkan melalui pelatihan. (Ata/H-1)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved