Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA sekolah menengah kejuruan swasta di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memilih melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Kondisi tersebut lantaran terkendala keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar secara daring (online).
Seperti kegiatan belajar mengajar tatap muka di SMK Al-Barokah di Kampung Puncakwaru RT 02/05, Desa Padaasih, Kecamatan Cijati. Prosesnya tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Kepala SMK Al-Barokah, M Apep Mubarok, menuturkan pelaksanaan belajar secara tatap muka terpaksa dilaksanakan karena terkendala jaringan internet. Ditambah juga dengan jumlah siswa yang mempunyai telepon pintar hanya sekitar 50%.
"Metodenya, setiap hari hanya satu kelas. Kami tetap menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaannya," kata Apep saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (12/8).
Proses pembelajaran dilakukan dengan mengatur tempat duduk di dalam kelas. Satu orang pelajar ditempatkan di satu meja. "Ini sudah kami lakukan sejak 13 Juli lalu karena terbatas infrastruktur. Nanti mulai 18 Agustus, kami juga akan mengikuti mulai diterapkannya belajar tatap muka sesuai aturan pemerintah," jelas Apep.
Jadwal pembelajaran pun diatur sedemikian rupa. Misalnya untuk pelajar kelas 10, belajarnya dilaksanakan pada Senin dan Kamis, kelas 11 pada Selasa dan Jumat, serta kelas 12 pada Rabu dan Sabtu.
"Jadi, pelaksanaannya satu kelas satu hari. Kalau misalnya kelas 10 ada dua kelas, berarti pertama kelas yang masuk, kelas keduanya keesokan harinya," sebutnya.
Apep tak memungkiri, metode pembelajaran seperti itu bukan tanpa kendala. Utamanya penyampaian materi bagi para siswa kurang efektif. "Sebetulnya sejak awal kami juga lakukan pembelajaran secara online. Tapi banyak kendalanya karena sinyal jelek dan banyak yang tak punya ponsel. Makanya kami memilih belajar secara tatap muka," ucapnya.
Apalagi tak sedikit orang tua siswa yang mengeluhkan borosnya pengeluaran karena harus membeli kuota internet. Di sisi lain, banyak juga para pelajar yang berasal dari keluarga prasejahtera. "Kami juga tidak bisa memaksanakan belajar online. Apalagi ada keluhan
orangtua yang terkendala berbagai keterbatasan," tandasnya. (OL-12)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
Kemendikdasmen luncurkan PJJ jenjang menengah untuk tekan angka ATS usia 16-18 tahun. Simak kesiapan sekolah induk di Malaysia, Ternate, dan Padalarang.
Pendekatan STEM tidak hanya berfokus pada teknologi sebagai alat, juga sebagai sarana untuk membentuk pola pikir kritis dan inovatif dalam memecahkan tantangan dunia nyata.
Karya bertajuk “Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak” tersebut sekaligus mengantarkan sekolah tiga bahasa itu mencatatkan rekor MURI.
APCA Indonesia meluluskan siswa Culinary dan Pastry Arts melalui pendidikan intensif 9 bulan. Fokus pada kesiapan kerja dan standar global industri F&B.
Siswa di daerah itu terpaksa berangkat dan pulang sekolah dengan melintasi pipa air karena jembatan yang biasa mereka lalui ambruk dan tak kunjung dibangun kembali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved