Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan frekuensi kejadian gempa bumi semakin meningkat setiap tahun.
Sebelum 2016, rata-rata kejadian gempa bumi mencapai 4-5 ribu kali. Kemudian, meningkat menjadi 7 ribu kali setahun.
Namun, sejak 2018 hingga saat ini, aktivitas gempa bumi meningkat lebih dari 11 ribu kali setiap tahun. BMKG belum mengetahui penyebab dari meningkatnya aktivitas kegempaan.
“Untuk menganalisis ini perlu kajian mendalam. Apakah ini tren pengulangan atau memang ada peningkatan. Sehingga perlu dievaluasi dengan dukungan data,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resmi, Senin (20/7).
Baca juga: BMKG Sebut Gempa di Sukabumi Terkuat Selama 19 Tahun Terakhir
Menurutnya, peningkatan aktivitas tektonik ini kemungkinan dipengaruhi perubahan iklim. Namun, BMKG hanya memiliki data kejadian kegempaan sampai 200 tahun silam. Sedangkan, catatan soal kejadian pada periode sebelumnya tergolong nihil.
“Keterbatasan selama ini memang kita tidak cukup memiliki data histori gempa. Hanya mulai tahun 1800-an, atau sekitaran 200 tahun yang lalu,” imbuh Dwikorita.
BMKH sudah melaporkan peningkatan aktivitas kejadian gempa di Tanah Air kepada Presiden Joko Widodo. Salah satu langkah yang dilakukan BMKG ialah meminimalkan risiko bencana akibat gempa bumi dan bencana tsunami.
Namun, lanjut dia, alat deteksi tsunami yang dimiliki saat ini sudah tidak layak pakai. Sebab, sudah melampaui batas maksimal kemampuan kerja alat, yakni 10 tahun.
Baca juga: BMKG: Rentetan Gempa Hari Ini Tidak Saling Terkait
Tidak hanya alat yang uzur, kemampuan alat deteksi tsunami juga tidak sesuai dengan kebutuhan BMKG. Sebab, alat yang ada hanya mendeteksi gempa akibat aktivitas tektonik. Abaila terjadi aktivitas vulkanik, seperti kejadian longsor di bawah laut, justru tidak terdeteksi.
“Teknologi yang ada sampai hari ini didesain berdasarkan bencana tsunami di Aceh, yang diakibatkan kejadian gempa tektonik. Namun untuk kejadian gempa non-tektonik, sistem itu tidak dirancang,” pungkas Dwikorita.
Pihaknya tengah bekerja sama dengan BPPT, ITB dan lembaga lainnya, untuk mengembangkan peralatan Earthquake Early Warning System. Rencananya, sensor alat deteksi gempa akan dipasang di jalur megatrust.(OL-11)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved