Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK awal April, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan aktivitas seismik di Samudera Hindia bagian selatan, yang ditandai empat kali gempa tektonik.
Rinciannya, gempa tektonik 4,3 skala richter (SR) pada 2 April, gempa 4,9 SR pada 5 April, kemudian gempa 3,0 SR dan gempa 5,2 SR yang keduanya pada 7 April.
Menyoroti aktivitas gempa yang meningkat di awal April, Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan peningkatan aktivitas seismik patut diwaspadai. Sebab, zona selatan Jawa Timur adalah zona megathrust yang memiliki histori gempa kuat.
Baca juga: BMKG Pastikan Ancaman Gempa Megathrust Nyata
"Pernah memicu tsunami yang terjadi terakhir pada tahun 1994 sebagai tsunami Banyuwangi," kata Daryono kepada Media Indonesia, Rabu (8/4).
Namun, peristiwa gempa besar belum bisa diprediksi. Menurutnya, hampir semua peristiwa gempa besar ditandai dengan gempa pembuka.
"Hampir pasti, semua gempa besar ada gempa pendahuluannya (gempa pembuka). Tapi untuk menilai aktivitas gempa sebagai gempa pembuka, tidak mudah," imbuh Daryono.
Dia menjelaskan aktivitas gempa juga sulit dipolakan. Sehingga, peningkatan aktivitas seismik juga belum tentu berujung terjadinya gempa kuat. "Tetapi berakhir dengan sendirinya. Sehingga kewaspadaan dan kesiagaan selalu menjadi penting," paparnya.
Baca juga: Orangtua Harus Buat Anak tak Panik Saat Gempa
Meskipun gempa tidak bisa diprediksi, dia berharap masyarakat dapat melakukan mitigasi bila suatu waktu terjadi gempa dan tsunami. "Masyarakat perlu memahami cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Menyiapkan bangunan aman gempa dan tata ruang pantai berbasis risiko bencana tsunami," tutur Daryono.
Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebut peningkatan aktivitas kegempaan akhir-akhir ini patut diwaspadai semua pihak. Sebab, peristiwa gempa kuat dapat terjadi kapan saja dan hingga saat ini belum dapat diprediksi.(OL-11)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved