Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Dr dr Nova Riyanti Yusuf SpKJ atau akrab disapa NoRiYu mengajak masyarakat untuk menghapus stigma tentang kasus bunuh diri. Sebaliknya ia mengajak masyarakat bisa mencegah bunuh diri ini
Hal itu diungkapkan Nova Riyanti saat meluncurkan buku berjudul elajah Jiwa Hapus Stigma: Autopsi Psikologis Bunuh Diri Dua Pelukis, di Pacific Place, Rabu (11/3).
Buku tersebut merupakan tesisnya berjudul Aspek Biopsikososial Tindakan Bunuh Diri Pada Dua Orang Pelukis di Yogyakarta, yang ia perjuangkan untuk meraih gelar doktor pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa, FKUI.
Dalam buku itu, anggota DPR RI periode 2009-2014 ini mengangkat keterkaitan seniman dengan tindakan bunuh diri. Ia menyebutkan dalam tesis yang kemudian dijadikan buku itu, t kasus dua seniman lukis di Yogyakarta bunuh diri.
Ia menyinggung tidak hanya dua seniman itu yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ada sejumlah orang terkenal yang juga memilih menyudahi hidup dengan berbagai cara. Seperti urt Cobain, Ernest Hemingway, Virginia Woolf, dan Sylvia Plath.
"Dan termasuk kedua pelukis yang saya jadikan studi kasus." kata Nova Riyanti.
Nova menjelaskan bahwa kedua seniman ini tidak memiliki sejarah bunuh diri dalam keluarganya. Namun semua tindakan bunuh diri terkait pada masalah kejiwaan.
"Kedua seniman diduga mempunyai beragam stresor, yang terkait dengan karya seni (lukisan), hubungan pribadi dengan kekasih, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat kedua seniman memutuskan untuk bunuh diri," ujarnya.
Beberapa warning signs diantaranya adalah menjelang bunuh diri menunjukkan karya lukis yang depresif. Di sini NoRiYu menggunakan teknik triangulasi dengan melakukan analisis lukisan bersama kurator lukis, budayawan dan psikiater Eugen Koh dari The Dax Centre, University of Melbourne pakar art and healing.
Hal itulah yang menjadi dasar NoRiYu menjadikan tesisnya sebagai buku dengan judul Jelajah Jiwa Hapus Stigma: Autopsi Psikologis Bunuh Diri Dua Pelukis.
Selain NoRiYu, sejumlah pembicara dihadirkan dalam peluncuran buku tersebut yakni Prof Byron Good, Antropolog di Departemen Kesehatan Global dan Kedokteran Sosial Harvard Medical School, Hana Madness seorang pelukis, aktivis kesehatan mental dan Ratih Ibrahim, psikolog klinis dan Direktur Personal Growth. Sudjiwo Tejo juga tampil memainkan saxophone dengan tema kesepian.
NoRiYu berharap masyarakat bisa mencegah terjadinya aksi bunuh diri apabila bisa mengamati tanda-tanda atau perilaku seseorang yang ingin bunuh diri.
"Saya ingin masyarakat peduli menjelajah jiwa manusia dalam lingkup terdekat kita sendiri. Serta menghapus stigma sehingga bunuh diri bisa dicegah," pungkasnya. (OL-3)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved