Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH era revolusi industri 4.0 saat ini, Indonesia akan menghadapi era society 5.0 yang akan lebih membuka kesempatan namun juga menjadi tantangan berat apabila sumber daya manusia Indonesia tidak dipersiapkan dengan matang.
Diselenggarakan di Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, gelaran Teaching and Learning Festival 2019 merupakan ajang yang sayang untuk dilewatkan oleh para pegiat pendidikan, terutama kepala sekolah, guru, maupun calon guru.
Acara ini merupakan kolaborasi apik dari berbagai institusi dan organisasi pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan transformasi pendidikan nasional melalui peningkatan metode pengajaran dan pembelajaran dalam rangka mempersiapkan siswa menyongsong era society 5.0.
Festival ini disemarakkan oleh para pembicara profesional dan berdedikasi di bidang pendidikan dan telah dihadri lebih dari 450 peserta dari berbagai latar belakang.
Teaching and Learning Festival 2019 ini diadakan atas inisiasi Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) sebagai bentuk kontribusi nyata memajukan pendidikan Indonesia melalui peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran oleh guru.
Era society 5.0 ini akan menambahkan pekerjaan rumah bagi setiap praktisi pendidikan untuk membekali siswa mereka dengan keterampilan yang tidak hanya meliputi keterampilan bertahan hidup tapi juga keterampilan berpikir kritis, konstruktif, dan inovatif.
"Era society 5.0 menuntut siswa dan masyarakat secara umum untuk mampu berpikir kritis dan konstruktif. Dapat kita lihat secara umum guru-guru kita belum mampu melakukan pengajaran dengan metode tersebut. Ini juga berarti siswanya banyak yang belum memiliki cara berpikir yang kritis dan konstruktif. Indonesia bisa dikatakan belum siap menghadapi era Society 5.0. Tetapi ini bukan hanya soal siap dan tidak siap. Indonesia harus mengambil ancang-ancang untuk lebih siap menghadapi era society 5.0 sebagai tuntutan zaman. Kita harus
lakukan" ujar Zulfikar Alimuddin, Direktur HAFECS saat ditemui di Jakarta, Jumat (13/9).
Gelaran festival ini dikemas ke berbagai sesi menarik yang mencerahkan berupa Seminar Pendidikan Nasional dengan tema 'Sketsa Pendidikan Nasional: Membangun Paradigma Guru Inovatif' yang dihadiri oleh Zulfikar Alimuddin, Direktur HAFECS, Unifah Rosyidi, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, dan Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia sebagai narasumber.
Para pembicara memaparkan perspektif mereka mengenai penyempurnaan pendidikan. Terkhusus dalam perspektif HAFECS, ada 3 area utama dalam upaya tersebut yakni cara guru mengajar, cara guru belajar, dan cara guru dinilai di mana aspek yang ketiga menggantikan pilar ketiga HAFECS yakni kurikulum inovatif.
Menurut Zulfikar, poin penting dalam hal ini adalah apakah ada perubahan signifikan dalam cara guru mengajar ketika dunia semakin berkembang dan berubah dengan cepat. Ini krusial karena berkaitan dengan pembentukan dasar manusia yang prosesnya terjadi di sekolah.
Baca juga: BPPT Diminta Cari Teknologi Cocok Tanam di Lahan Gambut
Proses pembentukan pola pikir siswa sangat bergantung pada pola interaksi yang diciptakan oleh guru di ruang kelas. Inilah yang harus selalu diupayakan dalam tiap kelas di semua sekolah di seluruh Indonesia agar siswa Indonesia menjadi individu yang kritis, inovatif, dan konstruktif.
Kemudian juga terdapat sesi talkshow mengangkat tema 'Educational Transformation on Global Culture' yang dihadiri oleh Jemi Ngadiono, Founder 1000 guru Foundation, Bambang Eko Nugroho (Direktur AKademik Sekolah Insan Cendikia Madani), dan Rizqy Rahmat Hani (Koor
Pengetahuan Kampus Guru CIkal) sebagai pembicara.
Metode-metode yang dikembangkan oleh HAFECS dalam kurun waktu empat tahun terakhir di Global Islamic Boarding School yang telah teakreditasi A ini juga disajikan dalam beberapa buku seperti Cara Mengajar Efektif Menggunakan PCK dan juga Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang semuanya diterbitkan dalam dua spesifikasi yakni untuk Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta metode dan contoh yang dikhususkan untuk Ilmu Sosial.
Ini ditujukan agar guru Indonesia yang berhadir di TLF 2019 ataupun tidak tetap mendapatkan tuntunan serta contoh praktis yang bisa mereka terapkan dalam pengajaran. Selain dari buku dan seminar ini, siapa pun yang ingin mengenal dan mempelajari topik-topik pengajaran ini dapat juga mengakses pelatihan daring yang juga disediakan oleh HAFECS.
Teaching and Learning Festival 2019 merupakan satu dari rangkaian acara Teaching and Learning Summit 2019 yang akan diadakan pada 26-27 November 2019 mendatang yang akan menjadi konferensi belajar mengajar pertama dan terbesar di Indonesia di mana TLF serupa akan diadakan di tiga kota lainnya yakni Yogyakarta (5 Oktober 2019), Surabaya (26 Oktober 2019), dan Banjarmasin (15-17 November 2019).
Even besar ini diharapkan dapat mendorong dan menumbuhkembangkan kesadaran dan kepedulian setiap pegiat pendidikan terhadap dunia pendidikan Indonesia. (OL-1)
DARI debat seru berbagai kajian, kita dapat menyimpulkan empati merupakan isu penting dalam kehidupan (Coplan, 2011).
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
Indonesia hadapi krisis guru akibat gelombang pensiun besar-besaran. Kekurangan guru mencapai 1,3 juta orang sementara lulusan PPG belum mencukupi.
GURU perempuan memiliki peran krusial dalam menentukan arah pembangunan bangsa, terutama melalui kontribusi nyata dalam pembentukan karakter generasi penerus yang tangguh.
Tradisi halal bihalal untuk saling memaafkan antara siswa dan guru digelar pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Grab Indonesia dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta gelar GrabX Mini Festival 2026 di Kota Tua, hadirkan inovasi AI untuk dukung UMKM dan budaya lokal.
Di tengah arus globalisasi, wisatawan tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga nilai dan makna dari destinasi yang dikunjungi.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved