Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membangun infrastruktur peringatan dini gempa bumi dan tsunami di pesisir DI Yogyakarta (Pantai Parangtritis) dan Purworejo, Jawa Tengah (Pantai Keburuhan).
Infrastruktur berupa radar tsunami ini dinilai cukup penting mengingat kedua wilayah tersebut kawasan rawan gempa bumi dan tsunami.
"Pembangunan radar tsunami ini merupakan bentuk kerjasama BMKG Indonesia dan MIC (Ministry of Internal Affairs and Communications) Jepang, serta didukung oleh Universitas Gadjah Mada," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Baca juga: BMKG Sebut Wilayah Sumsel Masuk Musim Kemarau
Dwikorita menerangkan, kinerja radar tsunami itu akan diuji dan dievaluasi terlebih dahulu dalam kurun waktu 6 bulan - 1 tahun ke depan guna memperoleh hasil yang lebih optimal.
Radar tsunami tersebut nantinya akan memonitor arus laut (kecepatan, arah , ketinggian dan periode gelombang) dengan menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi atau gelombang pendek atau disebut HF radar.
"Sistem HF radar ini (frekuensi 16 MHz) mampu memonitor wilayah laut dengan luasan 800 km persegi dengan radius jangkauan 80 km," imbuh Dwikorita.
Kepala Bidang Geofisika, Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, Supriyanto, menambahkan instalasi dan pemasangan instrumen radar tsunami relatif mudah karena sistem tersebut ditempatkan dipesisir pantai dalam bentuk antena – antena radio.
“HF radar ini juga dapat berfungsi sebagai Oceanographic Radar yang memiliki multi-fungsi tidak hanya sebagai monitoring gelombang tsunami, tetapi juga untuk kemaritiman seperti monitoring arus permukaan, gelombang dan pola pasang surut air laut,” tegasnya
Selain itu, tambah dia, pada bidang kebencanaan oceano-meteorologi radar ini mampu untuk memonitor ketinggian gelombang dan tekanan udara rendah akibat siklon tropis, serta memberikan informasi prediksi sebaran polusi atau tumpahan minyak. Bahkan apabila terjadi kecelakaan laut radar ini dapat membantu tim rescue dalam melakukan evakuasi korban.
Radar ini juga mampu memonitor pergerakan sampah di lautan, pergerakan arus laut, dan perubahan volume air laut.
Saat ini pembangunan radar tsunami di Pantai Parangtritis – Yogyakarta dan Pantai Keburuhan – Purworejo memasuki tahap awal konstruksi.
“Diharapkan dengan selesainya instalasi dan uji coba yang ditargetkan Maret 2020, kehadiran radar ini akan membantu meningkatkan kehandalan sistem peringatan dini tsunami pada obyek – obyek vital negara, khususnya Bandara Yogyakarta Intenational Airport (YIA)”, tutur Dwikorita. (Ant/A-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved