Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERHATI anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mendambakan anak-anak berangkat sekolah dengan bersepeda ria seperti dulu, seiring penerapan zonasi.
"Iya, memenuhi hak anak untuk belajar dengan gembira. Sekolah tidak terlalu jauh lagi, tidak perlu bermacet-macet di jalan," katanya, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (1/7).
Saat ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu sedang berada di Lombok mengisi seminar tentang pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kak Seto menjelaskan sistem zonasi itu membuat anak-anak belajar di sekolah yang terdekat dengan tempat tinggalnya sehingga akses transportasi mudah.
Apalagi, kata dia, jika pada saat yang sama transportasi sepeda kayuh digalakkan kembali sehingga pemandangan seperti dulu, di mana pelajar bercengkarama di sepanjang jalan menuju sekolah di atas sepeda kumbang mereka.
"Tidak ada lagi, (anak sekolah) yang satu naik mobil mewah, satunya naik bus. Namun, ini mungkin berlaku untuk daerah-daerah tertentu,
seperti Yogyakarta, Klaten," kata sosok kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu.
Baca juga: Mahasiswa UB Kembangkan Inovasi Pendeteksi dan Penyaring CO2
Mengenai masih adanya pro-kontra masyarakat dengan penerapan aturan zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, ia memaklumi karena kebijakan pasti menimbulkan reaksi dalam implementasinya.
Namun, pengajar Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma itu mengingatkan pemerintah untuk segera mengimbanginya dengan percepatan langkah pemerataan pendidikan.
Dengan sistem zonasi, kata dia, favoritisme dalam pilihan sekolah akan hilang dengan karena tercipta.sebuah kondisi, sekaligus keharusan bahwa seluruh sekolah negeri adalah favorit, karena didesain dan diselenggarakan dengan standar kelayakan yang sama.
"Ide ini (zonasi) bagus. Tetapi, ide yang bagus juga harus konsekuen. Jangan sampai gagasan yang cemerlang ini tidak sesuai implementasinya di lapangan," katanya.
Diakui Kak Seto, masih ada sebagian orangtua yang merasa dirugikan dengan zonasi, karena beranggapan anak mereka sudah bersusah
payah belajar dan berprestasi, namun tidak bisa melanjutkan ke sekolah yang berkualitas hanya karena persoalan jarak.
"Betul, anaknya menginginkan sekolah yang bagus, kan? Makanya, untuk mewujudkan hak anak bersekolah di sekolah yang ideal dan bagus, tolong Kemendikbud meningkatkan kualitas sekolah yang terdekat itu," kata Kak Seto. (OL-1)
Pelajar SMA/SMK Indonesia menyulap ampas kopi dan cangkang telur jadi produk bisnis berkelanjutan melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran memberikan layanan kesehatan gratis, sekaligus edukasi bahaya merokok bagi para pelajar di SMP Negeri 27 Pesawaran, Lampung.
Peran pendidikan menjadi krusial dalam membekali pelajar dengan perspektif global serta kemampuan kolaborasi lintas budaya.
KOMPETENSI digital merupakan salah satu yang krusial untuk terus ditingkatkan di kalangan pelajar. Hal tersebut harus dilakukan lewat berbagai pelatihan dan edukasi.
Melalui program itu, pelajar tidak hanya diajak berkunjung, tetapi juga dikenalkan langsung pada proses kenegaraan.
Sejumlah pelajar SD Kanisius Kenalan mengikuti prosesi jalan salib di kawasan Pegunungan Menoreh, Desa Kenalan, Borobudur, Magelang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved