Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Bangka mengakui masih banyak anak putus sekolah karena berbagai faktor.
"Ya memang benar banyak anak di Bangka ini putus sekolah dengan berbagai faktor," kata Bupati Bangka, Mulkan usai memperingati Hardiknas di halaman Kantor Bupati Bangka, Kamis (2/5).
Faktor-faktor tersebut antara lain pergaulan dengan teman-teman yang tidak sekolah, kerja di tambang, dan lainnya.
"Kalau anak-anak bergaul dengan yang tidak sekolah pasti akan ikut-ikutan tidak sekolah. Ini sangat kita sayangkan," ujarnya.
Diakui Mulkan, pihaknya belum melakukan pendataan ulang berapa banyak anak di Bangka yang tidak bersekolah.
"Ke depan kita akan melakukan pendataan berapa banyak anak yang tidak bersekolah. Baik itu anak petani maupun nelayan dan lainnya," ujarnya.
Tahun ini Pemkab Bangka akan membangun satu SMP di Kace Mendo Barat.
baca juga: Ki Hadjar Dewantara dan Pendidikan Kebangsaan
"Kita tidak ingin kurangnya ruang sekolah menjadi hambatan anak-anak tidak bersekolah. Maka tahun ini kita akan membangun satu SMP lagi. Dan meningkatkan kualitas guru," lanjut Mulkan. (OL-3)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya melakukan perbaikan besar-besaran sektor pendidikan, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga penguatan kualitas pembelajaran.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved