Kasus IPO HYBE Meledak, Penangkapan Bang Si Hyuk Dianggap Berlebihan

Nadhira Izzati A
22/4/2026 20:02
Kasus IPO HYBE Meledak, Penangkapan Bang Si Hyuk Dianggap Berlebihan
Kasus hukum CEO HYBE, Bang Si Hyuk.(Dok. The Korea Times)

LANGKAH Kepolisian Metropolitan Seoul yang mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Chairman HYBE, Bang Si Hyuk, langsung menuai reaksi keras dari tim kuasa hukumnya.

Mereka menyebut langkah tersebut tidak perlu, mengingat kliennya selama ini dinilai kooperatif sepanjang penyelidikan yang telah berlangsung lama.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Tim Investigasi Kejahatan Finansial secara resmi mengajukan dokumen penangkapan pada 21 April 2026, terkait dugaan praktik transaksi tidak adil dalam proses IPO HYBE beberapa tahun lalu.

“Kami sangat menyesalkan pengajuan ini, padahal kami telah bekerja sama secara konsisten. Ke depan, kami akan mengikuti seluruh proses hukum dan fokus mengklarifikasi fakta yang sebenarnya,” ujar pihak hukum Bang.

Dugaan Skema IPO dan Aliran Keuntungan Jumbo

Kasus ini berawal dari dugaan manipulasi informasi menjelang IPO HYBE, yang saat itu masih bernama Big Hit Entertainment, pada 2019.

Polisi menduga Bang Si-hyuk memberikan sinyal menyesatkan kepada investor lama dengan menyatakan tidak ada rencana go public. Informasi ini diduga mendorong mereka melepas saham ke dana ekuitas swasta (PEF) yang disebut memiliki hubungan dekat dengannya.

Dari skema tersebut, aparat memperkirakan adanya keuntungan ilegal mencapai 190 miliar won (sekitar Rp2,2 triliun)—atau sekitar 30% dari total profit setelah HYBE resmi melantai di bursa.

Sebagai langkah lanjutan, otoritas sebelumnya telah:

  • Menyita saham senilai 156,8 miliar won
  • Memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri sejak Agustus tahun lalu

Pembelaan: “Tidak Melanggar Hukum”

Di sisi lain, tim hukum Bang Si Hyuk menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Mereka mengklaim telah mengantongi pandangan dari empat firma hukum besar, yang menyatakan bahwa kesepakatan tersebut hanyalah transaksi privat antar pemegang saham tertentu, tanpa merugikan publik.

“Kami akan terus kooperatif dan memastikan posisi hukum kami disampaikan secara jelas,” tegas mereka.

Efek Domino ke BTS?

Kasus ini tak hanya mengguncang HYBE, tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap aktivitas global BTS.

Grup tersebut baru saja kembali aktif setelah menyelesaikan wajib militer dan tengah bersiap menjalani tur di Amerika Serikat. Namun, pembatasan perjalanan terhadap Bang Si Hyuk berpotensi menjadi hambatan besar di balik layar operasional global mereka. (Koreaboo/Deadline/Chosun/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya