Di Tengah Kasus Hukum, Bang Si-hyuk Diminta Terbang ke AS

Intan Safitri
20/4/2026 16:30
Di Tengah Kasus Hukum, Bang Si-hyuk Diminta Terbang ke AS
Bang Si-hyuk, hadir untuk diinterogasi oleh unit investigasi kejahatan keuangan Badan Kepolisian Metropolitan Seoul di Distrik Mapo, Seoul, 15 September 2025.(Dok. Korea Times)

LANGKAH Kedutaan Besar Amerika Serikat di Seoul tiba-tiba jadi sorotan tajam. Di tengah status larangan bepergian yang menjerat pendiri HYBE, Bang Si-hyuk, pihak kedubes disebut meminta izin khusus agar ia bisa terbang ke Amerika Serikat.

Laporan ini pertama kali muncul dari The Korea Times dan langsung memicu perdebatan luas, bukan hanya soal hukum, tapi juga menyentuh ranah diplomasi.

Undangan VIP di Tengah Status Hukum

Permintaan tersebut dikaitkan dengan undangan ke acara besar di Amerika Serikat, termasuk perayaan 250 tahun kemerdekaan AS. Selain itu, ada agenda industri hiburan global yang melibatkan artis HYBE, termasuk BTS. Namun situasinya tidak sederhana.

Bang Si-hyuk saat ini sedang dalam proses penyelidikan atas dugaan manipulasi investor menjelang IPO HYBE. Status itu membuatnya masuk daftar larangan keluar negeri oleh otoritas Korea Selatan.

Artinya, setiap perjalanan ke luar negeri bukan hanya soal izin biasa, tapi berkaitan langsung dengan proses hukum yang sedang berjalan.

Langkah Kedubes Jadi Kontroversi

Yang membuat isu ini memanas adalah cara permintaan itu dilakukan.

Alih-alih melalui jalur diplomatik resmi seperti Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Kedubes AS dilaporkan langsung menghubungi aparat penegak hukum. Langkah ini dinilai tidak lazim.

Dalam praktik diplomasi, komunikasi sensitif seperti ini biasanya melalui jalur formal yang berlapis. Ketika jalur itu dilewati, muncul persepsi adanya tekanan tidak langsung terhadap proses hukum domestik.

Di Persimpangan Showbiz dan Politik

Kasus ini memperlihatkan bagaimana K-pop kini bukan sekadar industri hiburan, tapi bagian dari kekuatan global Korea Selatan. Bang Si-hyuk bukan hanya figur bisnis, tapi juga simbol ekspansi budaya Korea ke dunia.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga punya kepentingan besar di industri ini, baik dari sisi ekonomi maupun pengaruh budaya populer.

Karena itu, permintaan ini tidak lagi dipandang sebagai urusan personal, melainkan bagian dari dinamika hubungan dua negara.

Belum Ada Keputusan Final

Pihak kepolisian Korea Selatan dilaporkan belum mengabulkan permintaan tersebut. Mereka masih mempertimbangkan risiko hukum, termasuk potensi terganggunya proses penyelidikan jika Bang Si-hyuk diizinkan bepergian. Hingga kini, belum ada keputusan akhir.

Namun satu hal sudah jelas, isu ini telah berkembang jauh melampaui industri hiburan. Ia kini berada di titik sensitif antara hukum, diplomasi, dan kepentingan global. Dalam dunia K-pop yang semakin mendunia, satu izin perjalanan saja bisa berubah menjadi polemik internasional. (The Korea Times/ Korea Joongang Daily/ Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya