Wireless Festival Dibatalkan Usai Kanye West Dilarang Masuk Inggris

Basuki Eka Purnama
08/4/2026 03:59
Wireless Festival Dibatalkan Usai Kanye West Dilarang Masuk Inggris
Kanye West(AFP/ANGELA WEISS)

GELARAN musik bergengsi Wireless Festival musim panas ini resmi dibatalkan. Keputusan drastis ini diambil setelah pemerintah Inggris secara resmi melarang headliner utama mereka, Kanye West (yang kini dikenal sebagai Ye), untuk memasuki wilayah negara tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) menolak permohonan Electronic Travel Authorisation (ETA) yang diajukan sang rapper pada Senin (6/4) lalu. Pemerintah menyatakan bahwa kehadiran West di Inggris dianggap "tidak kondusif bagi kepentingan publik" menyusul rekam jejak pernyataannya yang kontroversial.

Kronologi Kontroversi dan Penolakan

Selama beberapa tahun terakhir, West terus menuai kecaman global akibat serangkaian komentar antisemitisme, rasis, hingga pernyataan pro-Nazi. Puncaknya terjadi pada Mei 2025, ketika ia merilis lagu berjudul Heil Hitler dan menjual atribut bermotif swastika.

Pihak penyelenggara Wireless Festival menyatakan bahwa seluruh pemegang tiket akan mendapatkan pengembalian dana (refund) secara penuh. Dalam pernyataan resminya, mereka mengakui dampak personal yang ditimbulkan oleh isu antisemitisme ini, meski sebelumnya sempat berkonsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebelum memesan jadwal West.

Tahun/Waktu Peristiwa / Pernyataan Kontroversial
2022 Mengunggah ancaman "death con 3" terhadap komunitas Yahudi di media sosial.
2022 (Akhir) Menyatakan "melihat hal-hal baik tentang Hitler" dalam podcast Alex Jones.
Januari 2026 Meminta maaf melalui pernyataan panjang di Wall Street Journal.
Mei 2025 Merilis lagu Heil Hitler dan menjual kaus berswastika.
April 2026 Pemerintah Inggris menolak izin masuk (ETA) untuk Wireless Festival.

Reaksi Pemerintah dan Komunitas

Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, mendukung penuh langkah pelarangan tersebut.

"Kanye West seharusnya tidak pernah diundang untuk menjadi penampil utama. Pemerintah berdiri teguh bersama komunitas Yahudi untuk melawan racun antisemitisme," tegasnya.

Menteri Kesehatan Wes Streeting bahkan menyebut permintaan maaf West sebelumnya sebagai tindakan yang "palsu dan hanya demi kepentingan pribadi".

Di sisi lain, kelompok komunitas Yahudi seperti Community Security Trust (CST) menyambut baik keputusan pemerintah sebagai hasil yang masuk akal untuk melindungi masyarakat dari kebencian.

Pembelaan Penyelenggara dan Kondisi Mental

Melvin Benn, Direktur Pelaksana Festival Republic (penyelenggara Wireless), sempat meminta publik untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan mental West. Ia mengingatkan bahwa perilaku psikotik atau bipolar yang diderita seseorang tidak bisa hilang dalam semalam.

Namun, argumen tersebut dipatahkan oleh Gideon Falter dari Campaign Against Antisemitism, yang menilai keputusan mengundang West adalah bentuk pengejaran "keuntungan di atas prinsip".

Hingga berita ini diturunkan, pihak Ye menyatakan masih berharap bisa menjalin dialog dengan komunitas Yahudi di Inggris untuk menunjukkan perubahan nyata melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya