Pemerintah Inggris Pertimbangkan Larangan Masuk Kanye West Jelang Wireless Festival

Thalatie K Yani
07/4/2026 09:13
Pemerintah Inggris Pertimbangkan Larangan Masuk Kanye West Jelang Wireless Festival
Rencana penampilan Kanye West di London memicu kecaman luas akibat rekam jejak antisemitisme. Sponsor mundur, pemerintah pertimbangkan blokir visa.(Media Sosial X)

PEMERINTAH Inggris kini tengah meninjau ulang izin masuk bagi rapper asal Amerika Serikat, Kanye West (Ye), menyusul gelombang kritik tajam atas rencana penampilannya di Wireless Festival, London. Langkah ini diambil setelah rekam jejak sang musisi yang kerap melontarkan komentar antisemit kembali memicu kemarahan publik.

Menteri memiliki wewenang untuk melarang warga negara asing masuk ke Inggris jika keberadaan mereka dianggap "tidak kondusif bagi kebaikan publik." Perdana Menteri Sir Keir Starmer bahkan menyebut prospek West menjadi penampil utama di festival tersebut sebagai hal yang "sangat mengkhawatirkan."

Rekam Jejak Kontroversial dan Penolakan Global

Kanye West, yang tahun lalu merilis lagu berjudul Heil Hitler dan menjual kaus berlambang swastika, sebelumnya telah ditolak masuk ke Australia pada Mei lalu. Partai Konservatif Inggris mendesak pemerintah untuk mengambil langkah serupa.

"Mengizinkan seseorang dengan rekam jejak seperti itu untuk tampil di acara publik besar mengirimkan pesan yang sepenuhnya salah," tegas perwakilan Partai Konservatif.

Menteri Pendidikan, Bridget Phillipson, turut mengecam komentar masa lalu West sebagai hal yang "sama sekali tidak dapat diterima dan menjijikkan." Sementara itu, Sekretaris Dalam Negeri Bayangan, Chris Philp, menilai tindakan West bukan sekadar kekhilafan satu kali, melainkan pola perilaku yang menyebabkan kesedihan bagi komunitas Yahudi.

Eksodus Sponsor dan Tekanan pada Penyelenggara

Wireless Festival dijadwalkan berlangsung di Finsbury Park pada 10-12 Juli dengan target 50.000 pengunjung per hari. Namun, acara tersebut kini terancam kehilangan dukungan finansial setelah sejumlah merek besar menarik diri sebagai bentuk protes.

Rockstar Energy, Pepsi, dan PayPal telah menyatakan mundur dari kemitraan festival. Raksasa minuman Diageo juga mencabut dukungannya, sementara perusahaan air mineral Drip mengklarifikasi tidak terlibat dalam acara tahun ini.

Michael Weiger, Kepala Eksekutif Dewan Deputi Yahudi Inggris, menuduh penyelenggara festival, Festival Republic, telah "mengambil keuntungan dari rasisme." Senada dengan itu, Stephen Silverman dari Campaign Against Antisemitism (CAA) mengaku heran dengan keputusan penyelenggara.

"Bagaimana mungkin dianggap sebagai hal yang benar untuk menjadikan seorang artis sebagai headliner yang, kurang dari setahun lalu, merilis video musik untuk lagu berjudul Heil Hitler?" ujar Silverman kepada BBC Radio 5Live.

Pembelaan Kanye West

Menanggapi kecaman tersebut, West sebelumnya sempat menyampaikan permohonan maaf melalui iklan satu halaman penuh di Wall Street Journal pada Januari lalu. Ia berdalih bahwa perilakunya dipengaruhi oleh gangguan bipolar yang dideritanya.

"Saya bukan seorang Nazi atau antisemit. Saat Anda mengalami fase manik, Anda tidak merasa sakit dan kehilangan kontak dengan kenyataan. Saya menyesal dan sangat malu atas tindakan saya dalam keadaan tersebut," tulis West.

Hingga saat ini, pihak Festival Republic selaku penyelenggara belum memberikan komentar resmi. Sebelumnya, Kantor Wali Kota London dan klub Tottenham Hotspur dilaporkan telah menolak permintaan West untuk tampil di stadion mereka karena risiko reputasi dan kekhawatiran masyarakat. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya