Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Britney Spears menanggapi pernyataan mantan suaminya, Kevin Federline, yang mengungkit masa lalu, pernikahan singkat mereka serta menudingnya gagal menjalankan peran sebagai ibu. Melalui unggahan di media sosial pada Kamis (16/10), Spears menuding Federline melakukan gaslighting atau manipulasi psikologis selama bertahun-tahun terhadap dirinya.
"Gaslighting yang terus-menerus dari mantan suami sangat menyakitkan dan melelahkan. Saya selalu memohon dan berteriak agar bisa menjalani hidup bersama anak-anak lelaki saya," tulis Britney Spears di akun X pribadinya @britneyspears, Kamis (16/10).
Menurut Spears, hubungannya dengan dua anak laki-lakinya kini tidak mudah. Ia mengaku telah berupaya menjalin kedekatan dengan mereka, meski situasinya kerap dipengaruhi oleh perlakuan sang mantan suami.
"Sayangnya, sejak kecil mereka sudah melihat bagaimana ayah mereka tidak menghormati saya. Sekarang, mereka harus belajar bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Salah satu anak saya hanya bertemu saya selama 45 menit dalam lima tahun terakhir, sementara yang satunya lagi hanya empat kali dalam lima tahun," ungkap Spears.
"Saya juga punya harga diri. Mulai sekarang, sayalah yang akan memberi tahu kapan saya bisa bertemu mereka," lanjutnya.
Britney Spears dan Kevin Federline menikah pada 2004 sebelum akhirnya bercerai pada 2007. Keduanya sempat terlibat dalam perseteruan panjang terkait hak asuh atas dua putra mereka, Sean Preston (20) dan Jayden James (19).
Tuduhan dalam Buku dan Wawancara
Pernyataan Britney Spears tersebut muncul tak lama setelah Kevin Federline menyinggung berbagai tuduhan terkait Spears melalui buku memoarnya You Thought You Knew serta sejumlah wawancara media.
Melansir dari situs berita, The Hollywood Reporter, dalam buku dan wawancara itu, Federline mengeklaim Spears pernah mengawasi anak-anak mereka saat tidur sambil memegang pisau, serta menelpon mantan kekasihnya, Justin Timberlake, malam sebelum pernikahan mereka.
Federline juga menyatakan kekhawatirannya terhadap kesehatan mental Spears dan kesejahteraan anak-anak mereka, mengaitkan hal tersebut dengan perilaku yang menurutnya “tidak stabil.”
Di akun X pribadinya, Spears mengungkapkan bahwa tuduhan atas dirinya yang disampaikan mantan suaminya tersebut tidak benar.
"Percayalah, kebohongan-kebohongan kecil dalam buku itu hanya menguntungkan pihak lain, dan sayalah yang benar-benar terluka di sini. Saya akan selalu mencintai mereka (anak-anaknya), dan jika kalian benar-benar mengenal saya, kalian tidak akan percaya pada gosip tentang kondisi mental atau kebiasaan saya minum alkohol," jelas Spears.
Menurut Spears, perempuan sejati lainnya juga akan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan. "Sebenarnya, saya adalah perempuan yang cukup cerdas dan selama lima tahun terakhir hanya ingin menjalani hidup yang tenang dan pribadi. Saya bicara soal ini karena saya sudah cukup sabar, dan perempuan sejati mana pun akan melakukan hal yang sama," pungkasnya.(M-2)
Menjelang musim liburan, Britney Spears membagikan pesan reflektif di Instagram tentang inner child, kehilangan, dan perjalanan emosionalnya.
AKUN Instagram Britney Spears (@britneyspears) menghilang sejak Minggu (2/11). Pada unggahan terakhirnya, ia mengaku jatuh dari tangga. Ia juga kembali berkonflik dengan mantan suami.
Britney Spears kembali jadi sorotan setelah menghapus akun Instagram-nya di tengah kekhawatiran publik atas unggahannya dan konflik dengan mantan suami, Kevin Federline.
Kevin Federline membeberkan detail pernikahan dan perceraian dengan Britney Spears, termasuk tunjangan anak dan perjanjian pranikah.
Britney Spears menyebut Kevin Federline melakukan gaslighting dan menegaskan cintanya kepada kedua putra mereka, dalam buku memoar.
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved