Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUSTIN Bieber semakin terbuka tentang pentingnya menjadi dirinya yang autentik. Dia tidak suka perasaan yang muncul ketika dia berubah hanya untuk “menyenangkan orang lain.”
Pada Sabtu, 22 Maret, pemenang Grammy berusia 31 tahun itu membagikan video di Instagram yang menunjukkan dirinya sedang bersandar di atas keyboard sambil bermain musik bersama sekelompok musisi lain. Ia tampak penuh energi dan dalam suasana hati yang baik.
"Aku merasa terkadang membenci diriku sendiri ketika mulai menjadi tidak autentik," tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut, menambahkan, "Lalu aku ingat kita semua dibuat untuk merasa tidak cukup, tapi aku tetap benci ketika mengubah diriku demi menyenangkan orang lain."
Sebelumnya pada hari yang sama, pelantun "Believe" itu juga membagikan refleksi pribadi lainnya di media sosial, mengungkapkan ia ingin bekerja pada “masalah kemarahan”-nya.
"Aku juga punya masalah dengan kemarahan, tapi aku ingin berkembang dan tidak terlalu reaktif," tulisnya.
Pesan tersebut disertai tiga foto: satu foto dirinya dengan wajah yang sebagian tertutup hoodie, satu foto masa kecilnya, dan foto terakhir menampilkan putranya, Jack Blues, yang lahir pada Agustus 2024.
Ini bukan pertama kalinya Justin berbicara tentang keinginannya untuk bertumbuh secara pribadi dalam beberapa minggu terakhir. Dalam unggahan pada 13 Maret, ia menulis, "Sepanjang hidup, orang-orang berkata kepadaku, 'Wow Justin, kamu pantas mendapatkannya,' tapi secara pribadi aku selalu merasa tidak layak. Seperti aku seorang penipu. Ketika orang mengatakan aku pantas mendapatkan sesuatu, itu membuatku merasa licik, seperti, sial, andai saja mereka tahu isi pikiranku."
"Betapa aku sebenarnya penuh penilaian, betapa aku sebenarnya egois, mereka pasti tidak akan mengatakan ini," lanjutnya. "Aku mengatakan semua ini karena jika kamu merasa licik, selamat datang di klub. Aku pasti sering merasa tidak siap dan tidak memenuhi syarat sebagian besar hari." (People/Z-2)
Psikolog Ratih Ibrahim memperingatkan risiko PTSD pada korban kecelakaan kereta api. Simak gejala, faktor risiko, dan pentingnya penanganan dini di sini.
Penelitian terbaru mengungkap konsep 'affective tactile memory'. Ternyata, tubuh kita merekam sentuhan bermakna sebagai sensasi fisik yang membentuk rasa aman seumur hidup.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Masalah emosi dan perilaku pada anak usia dini kerap kali dipersepsikan sebagai fase perkembangan yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved