Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPPER Amerika Serikat (AS) Kanye West meminta maaf kepada komunitas Yahudi pada Selasa, setelah serangkaian komentar anti-Semit yang menimbulkan kemarahan dan menyebabkan bintang ini dipecat dari kesepakatan komersial dan dilarang di media sosial.
Alasan dari waktu permintaan maaf ini tidak jelas, ledakan kontroversial paling mencolok dari West terjadi lebih dari setahun yang lalu, meskipun album "Vultures," dijadwalkan rilis dalam dua minggu.
"Saya dengan tulus meminta maaf kepada komunitas Yahudi atas setiap ledakan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh kata-kata atau tindakan saya. Ini bukan niat saya untuk menyakiti atau merendahkan, dan saya sangat menyesal atas setiap rasa sakit yang mungkin saya timbulkan," ujarnya dalam pernyataan yang ditulis dalam bahasa Ibrani di halaman Instagramnya.
Baca juga: Fotografer Gugat Kanye West atas Tuduhan Penyerangan
"Saya berkomitmen untuk memulai dari diri sendiri dan belajar dari pengalaman ini untuk memastikan lebih banyak kepekaan dan pemahaman di masa depan."
Beberapa komentar di bawah pernyataan tersebut mengeluh ditulis dalam bahasa Ibrani, yang hanya bisa dibaca oleh sedikit orang.
Baca juga: Kanye West dan Istri Barunya Tersorot di LA Ramai Diperbincangkan
West, yang sekarang profesional menggunakan nama Ye, telah mengejutkan dan membuat khawatir penggemarnya dengan serangkaian ancaman terhadap orang Yahudi yang membuat Adidas dan perusahaan mode lainnya memutuskan hubungan dengannya, dan melihatnya terblokir dari sebagian besar platform media sosial.
Pria berusia 46 tahun ini, yang dahulu merupakan tokoh mode dan musik, membuat pernyataan "cinta" untuk Nazi dan menyatakan kagumnya pada Adolf Hitler.
West memposting gambar ke situs media sosial X pada 2022 yang tampaknya menunjukkan swastika yang terjalin dengan Bintang Daud. Postingan itu dihentikan oleh pemilik platform Elon Musk, yang menuduh sang seniman melakukan "hasutan kekerasan."
Rapper "Gold Digger" ini mengatakan pada Maret, dia menolak anti-Semit setelah menonton aktor Jonah Hill dalam film "21 Jump Street", penampilan yang membuatnya "suka lagi pada orang Yahudi."
Permintaan maaf West datang pada saat kekhawatiran meningkat di Amerika Serikat terkait normalisasi wacana anti-Semit. Di mana semakin dimanfaatkan kelompok sayap supremasi kulit putih yang terpencil dan dibolden di bawah kepresidenan Donald Trump.
Penyanyi papan atas ini berpartisipasi dalam wawancara yang tidak terkendali tahun lalu dengan teoris konspirasi Alex Jones dan pendusta Holocaust Nick Fuentes, di mana dia berbicara tentang setan, menyatakan "cinta" pada Nazi, dan menyatakan "Saya suka Hitler."
Liga Anti-Pemfitnah menyambut baik permintaan maaf itu, namun mencatat West telah menyebabkan "kerugian tak terhitung" dengan menggunakan pengaruhnya untuk "meracuni pikiran banyak orang dengan antisemitisme dan kebencian yang ganas." (AFP/Z-3)
Rumor ini bermula dari perbincangan di platform media sosial mengenai kemungkinan perluasan tur dunia Ye setelah kesuksesan beberapa listening party dan konser di wilayah Asia Timur
Wireless Festival resmi dibatalkan setelah pemerintah Inggris menolak visa Kanye West akibat rentetan komentar antisemitisme dan pro-Nazi.
Rencana penampilan Kanye West di London memicu kecaman luas akibat rekam jejak antisemitisme. Sponsor mundur, pemerintah pertimbangkan blokir visa.
Pepsi dan Diageo resmi menarik dukungan dari Wireless Festival 2026 setelah Kanye West diumumkan sebagai headliner. PM Inggris Keir Starmer ikut angkat bicara.
Rapper Ye (Kanye West) diperintahkan bayar US$140.000 setelah kalah gugatan dari mantan manajer proyek rumah Malibu.
Australia membatalkan visa rapper Kanye West, setelah ia merilis lagu Heil Hitler.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Kekerasan pemukim ekstremis Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat mencapai level tertinggi. Simak analisis mengenai impunitas dan dukungan ideologisnya.
Mantan Dubes RI Dian Wirengjurit luruskan narasi ancaman nuklir Iran terhadap Israel. Simak fakta soal pidato Ahmadinejad & hak nuklir Teheran.
Penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terjadi di Pantai Bondi, Sydney, lokasi ikonik yang selama ini identik dengan wisata dan rekreasi.
Sebelum bertindak menghentikan penembakan di Pantai Bondi, Ahmed sempat berpikir bahwa keputusannya akan berujung pada kematian. Ia bahkan menyampaikan pesan terakhir kepada keluarganya.
Salah satu donatur terbesar datang dari miliarder Amerika Serikat Bill Ackman yang menyumbangkan dana sebesar AUS$99.999 atau sekitar Rp1,1 miliar kepada Ahmed Al Ahmed.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved