Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI Moh Istiqamah Djamad alias Is Pusakata mengaransemen ulang lagu hit Akad, yang diciptakan olehnya, untuk mendukung film drama percintaan dan keluarga karya sutradara Reka Wijaya berjudul Akad, yang terinspirasi dari lagu tersebut.
Saat ditemui usai konferensi pers peluncuran poster dan trailer film Akad di Jakarta, Is mengatakan aransemen lagu Akad versi terbaru itu mengalami perubahan total dari versi lama yang rilis pada 2017.
Nyawa lagu Akad yang sebelumnya ada di beat yang dinamis dan melodi trompet digantikan dengan nuansa baru agar dapat selaras dengan mood yang ada di film.
Baca juga: Hanin Dhiya Aransemen Ulang Roman Picisan Bareng Ahmad Dhani
"Karena kebutuhannya untuk film, orang pasti biasalah cinta lama pasti kebawa terus kan, bentuk lagu lama itu. Saya ganti. Trompet itu saya buang. Itu untuk mengukur kemampuan kalian untuk menerima sesuatu yang tidak selalu sesuai keinginan kalian," kata Is, dikutip Rabu (8/12).
"Yang saya pertahankan (di lagu Akad versi terbaru) hanya string session aja," imbuh dia.
Selama proses pembuatan versi baru dari lagu Akad tersebut, Is mengaku mengalami banyak tantangan, di antaranya bagaimana mengemas musik dan memainkan semua instrumen sendirian di masa pandemi.
"Memainkan semua instrumen dan mengerjakan secara remote dengan tim produksi lainnya adalah sebuah perjalanan yang sangat berarti dan unik bagi karir bermusik saya," ujarnya.
Is juga mengatakan, dia awalnya tidak berpikir membuat komposisi baru dari lagu Akad dalam waktu dekat, yakni hanya 4 tahun sejak pertama kali rilis.
"Ternyata, perjalanan lagu yang bagi saya luar biasa ini menemukan kesempatan untuk lahir kembali dalam wajah yang berbeda," kata dia.
"Semoga lagu ini tetap memberikan rasa dan nuansa yang indah bagi siapapun yang mendengarkannya," lanjutnya.
Film Akad merupakan film drama percintaan dan keluarga yang terinspirasi dari lagu ciptaan Is tersebut, menceritakan seorang perempuan bernama Indira (Indah Permatasari) yang terus didesak untuk segera menikah oleh sang ayah.
Dalam film ini, Indira diceritakan sebagai perempuan mandiri yang merasa tidak perlu menikah dan membangun rumah tangga.
Film yang dibintangi Kevin Julio, Indah Permatasari, hingga Nino Fernandez ini mengambil latar di Jakarta dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika, dan dijadwalkan tayang Februari 2022. (Ant/OL-1)
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved