Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBAWA program Hot Ones di Youtube Sean Evans mengaku menghindari makanan pedas jika tidak syuting. Hal itu terungkap dalam wawancara dengan people.com.
"Ketika saya makan makanan super pedas, saya tahu persis, secara fisiologis, apa yang akan terjadi," kata Evans.
Saat mempromosikan TUMS (obat sakit lambung) pada kampanye Autoburn Road Trip, Evans menjelaskan tentang bagaimana kebiasaan makannya berbeda di luar layar.
Baca juga : Chelsea Islan Tekuni Bisnis Berlian
Evans, yang saat ini berusia 35 tahun, mengatakan, "Saya harus memakan makanan pedas, kerena memang seperti itu konsep acaranya. Maka dari itu, hal itu membuat saya lebih memperhatikan diri saya sendiri di luar acara. Jadi saya mengonsumsi banyak salad, banyak jus. dan banyak sereal ketika saya tidak syuting."
Evans menambahkan, "Saya telah melakukan ini selama tujuh tahun, beberapa ratus episode. Jadi, ketika saya tidak sedang syuting, simpan TUMS dan cobalah untuk menghindari hal-hal yang super pedas."
Dengan bertahun-tahun mengonsumsi makanan pedas, Evans tidak "panik" ketika mencoba jenis-jenis hidangan pedas.
Baca juga : GAC Rilis Video Musik The Way You Move
"Saya tahu apa yang penonton harapkan, Jadi saya memakan kari di sini [di Brick Lane Curry House], makan dua Carolina Reaper, dan melakukan pertunjukan selama tujuh tahun - seperti, tidak ada yang aneh menurut saya" lanjutnya. "Ketika saya makan [hidangan] super pedas, saya tahu persis, secara fisiologis, apa yang akan terjadi."
Evans telah menjadi pembawa acara Hot Ones sejak 2015. Dia memiliki banyak bintang tamu yang datang di serial ini selama bertahun-tahun, dari Paul Rudd hingga Halle Berry bahkan Gordon Ramsay.
"Para penggemar suka memberi tahu saya siapa sebenarnya tamu paling ditunggu. Gordon Ramsay adalah tamu yang paling banyak diminta,” ungkapnya.
Baca juga : Neida Gandeng Kolaborator Baru dan Teman Dekat untuk Single Menunggu Tenang
Evans juga mengatakan, "Setiap kali saya memasang gambar Instagram, komentar mereka hanya, 'Kapan Gordon Ramsay datang di acara itu?' 'Kapan Gordon Ramsay tampil di acara itu?' Saya sedang berjalan melalui bandara dan orang-orang meneriaki saya, 'Kapan Gordon Ramsay, datang di acara itu?'"
"Aku akan pulang ke rumah untuk beristirahat namun Bibiku seperti, 'Kau tahu siapa yang hebat di acara itu? Gordon Ramsay.' Kemudian, akhirnya, kami mengundangnya. Jadi rasanya seperti elang laut yang tumbuh di leher saya selama bertahun-tahun," tambahnya.
Adapun siapa yang diinginkan para penggemar selanjutnya, Evans membeberkan satu nama yang terus bermunculan: Keanu Reeves.
Baca juga : Dicky Difie Mengaku Sukses Akibat Didikan Sang Ayah
"Keanu Reeves seperti yang nomor satu, paling banyak diminta," tambahnya. "Jadi, dia adalah Gordon Ramsay baru kita."
Akhir-akhir ini, Evans telah mempersempit fokusnya pada kampanye Autoburn Road Trip TUMS. Bersama-sama, mereka menciptakan jalur yang menyoroti beberapa hidangan paling pedas di restoran milik keluarga di seluruh Amerika Serikat (AS), termasuk Big G's Pizza di Chicago dan Rocky's Hot Chicken Shack di Asheville, N.C.
Untuk perhentian terakhir tur, Evans mengunjungi Brick Lane Curry House — sebuah restoran India yang terletak di East Village Kota New York. Tempat ini terkenal dengan P'haalnya, yaitu kari yang sangat pedas, mengharuskan pelanggan yang berani mencobanya dan menyatakan pembeli tidak dapat meminta pertanggungjawaban restoran atas kerusakan fisik atau emosional yang terjadi selanjutnya. (OL-1)
Fitur "Tanya YouTube" adalah langkah besar Google dalam membawa AI generatif ke ranah konsumsi video. Dengan kemampuan untuk merangkum dan menjawab pertanyaan secara real-time
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
YouTube resmi memblokir saluran Explosive Media asal Iran yang viral karena video animasi Lego AI penyindir Donald Trump.
Menkomdigi Meutya Hafid tegur Roblox dan YouTube karena belum patuhi PP Tunas terkait perlindungan anak di bawah 16 tahun. YouTube baru disanksi teguran tertulis.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
SEBUAH video animasi lebaran bertajuk Tukar Rasa menjadi persembahan hiburan untuk masyarakat Indonesia yang meramaikan tradisi mudik ke kampung halaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved