Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 3.195 jemaah haji 2026 asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci secara bertahap mulai Kamis (23/4) besok hingga pertengahan Mei 2026. Keberangkatan itu terbagi ke dalam 8 kelompok terbang (kloter).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bekasi Mulyono Hilman Hakim menyampaikan, pembagian kloter telah disesuaikan dengan kuota dan kesiapan jemaah.
"Untuk keberangkatan totalnya ada 8 kloter yang terdiri atas 7 kloter penuh dan 1 kloter gabungan. Seluruh jemaah sudah kami siapkan untuk diberangkatkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan," ujar Hilman dalam keterangannya, Rabu (22/4).
Dia menegaskan, tujuan utama dari seluruh rangkaian persiapan haji adalah membentuk jemaah haji 2026 yang mandiri dalam menjalankan rukun haji.
"Fokus utama kami yaitu bagaimana para jemaah ini bisa mandiri terutama dalam melaksanakan rukun haji. Dengan kemandirian itu, kami berharap ibadahnya dapat berjalan lancar dan khusyuk," tegasnya.
Hilman menyebutkan, guna mendukung kelancaran ibadah haji 2026, setiap kloter akan didampingi 5 petugas haji yang memiliki peran masing-masing dalam pelaksanaannya. Setiap kloter telah dilengkapi dengan petugas yang kompeten baik dari sisi kesehatan maupun ibadah.
"Masing-masing petugas dari setiap kloter terdapat 1 Ketua Kloter, 1 Pembimbing Ibadah dari Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), 3 bagian Tenaga Kesehatan di antaranya 1 dokter dan 2 perawat, serta 1 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD)," jelasnya.
Selain itu, seluruh jemaah calhaj juga telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik haji sebanyak 7 kali, yaitu 6 kali di tingkat kecamatan dan 1 kali di tingkat kabupaten.
"Manasik haji ini menjadi bekal utama bagi para jemaah haji. Kami pastikan seluruh peserta memahami tata cara ibadah haji secara menyeluruh sebelum keberangkatan," tambahnya.
Melalui berbagai persiapan yang ada, Hilman berharap seluruh jemaah haji 2026 mampu menjalankan ibadah haji dengan lancar serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.
Sementara itu, 445 jemaah haji 2026 yang tergabung dalam kloter pertama asal Embarkasi Bekasi resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4) dini hari yang menandakan dimulainya rangkaian pemberangkatan haji tahun ini.
"Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik, mulai dari kedatangan jamaah ke asrama, pelayanan perbekalan, pemeriksaan kesehatan, pembagian kamar hingga proses keberangkatan, semuanya berjalan lancar," kata Kepala Sub Bagian Humas Ibadah Haji PPIH Embarkasi Bekasi Sri Siagawati.
Ia menjelaskan, sebanyak 445 jemaah haji 2026 yang diberangkatkan pada kloter pertama ini terdiri atas 441 orang ditambah 4 petugas haji. Sri juga memastikan seluruh jemaah diberangkatkan berada dalam kondisi lengkap serta siap menuju Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta.
"Untuk kloter pertama dari wilayah Kota Bekasi ini semua lengkap dan tidak ada kendala selama proses keberangkatan," ujarnya.
Jemaah haji 2026 yang diberangkatkan melalui embarkasi ini, kata dia, tidak hanya berasal dari Kota Bekasi, melainkan juga dari sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Bekasi, Karawang, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, hingga Cianjur. (H-4)
PELAKSANA Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melepas keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah calon haji (calhaj) Kabupaten Bekasi.
Penggabungan kloter dilakukan untuk memastikan efisiensi dan kelancaran operasional pemberangkatan jemaah sesuai nomor manifes.
PPIH Arab Saudi menyiagakan 52 unit bus khusus untuk mendukung mobilitas jemaah haji disabilitas asal Indonesia.
RATUSAN jemaah haji 2026 asal Kabupaten Kampar, Riau, yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam (BTH 5) akhirnya bertolak ke Tanah Suci pukul 15.26 WIB, Selasa (28/4) setelah terkendala
PEMERINTAH KabupatenTasikmalaya, Jawa Barat melepas 445 jemaah haji 2026 bersama petugas yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 11 KJT di Islamic Center, Kecamatan Singaparna
Pria asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini membawa serta puluhan tahun kisahnya sebagai tukang becak dan berhasil naik haji.
Petugas juga terus mematangkan berbagai skema pelayanan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemetaan data, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved