Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRA Raja Arab Saudi, Faisal bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, menyambut kedatangan kloter jemaah haji Indonesia dari embarkasi Pondok Gede. Rombongan haji Indonesia itu melewati jalur cepat pada Minggu (14/7) siang di Bandara Madinah.
Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan ini pertama kalinya jemaah haji Indonesia disambut putra raja. Dia menuturkan sambutan istimewa ini menunjukkan betapa kuat hubungan kedua negara dalam poros SAUNESIA yang berada dalam masa-masa keemasan.
"Kerajaan Arab Saudi memberikan keistimewaan kepada Indonesia. Hal ini tidak bisa dipisahkan dari hubungan hangat antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud," katanya dalam pernyataan resmi KBRI Riyadh, Senin (15/7).
Baca juga: Klinik Kesehatan Haji Mekah Siapkan 50,8 ton Obat-obatan
Pangeran Faisal mengapresiasi jemaah haji Indonesia. Menurut dia, meski jumlahnya paling banyak, jemaah asal Indonesia dikenal tertib, disiplin, dan taat aturan.
Pangeran Faisal menambahkan para jemaah haji Indonesia sangat membantu dalam menciptakan kelancaran penyelenggaraan haji yang nyaman, sebagai realisasi Visi Saudi 2030.
Dubes Agus menegaskan, jalur cepat ini merupakan pengalaman kedua kalinya bagi jemaah haji Indonesia. Pasalnya, Indonesia mendapat keistimewaan yang sama tahun lalu, bersama dengan Malaysia.
Tahun ini, tiga negara lain juga bisa ikut menikmati keistimewaan ini, yakni Pakistan, Bangladesh, dan Tunisia dengan total jumlah jemaah mencapai 225 ribu orang.
Pangeran Faisal bin Salman adalah kakak dari Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. (Medcom/OL-2)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved