Danantara Bidik Lahan 400 Meter dari Masjidil Haram untuk Kampung Haji

Putri Rosmalia Octaviyani
23/4/2026 19:37
Danantara Bidik Lahan 400 Meter dari Masjidil Haram untuk Kampung Haji
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Indonesia melalui Danantara Indonesia tengah membidik pengadaan lahan strategis yang berjarak hanya 400 meter dari Masjidil Haram, Mekah. Langkah ini merupakan bagian dari proyek ambisius pembangunan "Kampung Haji" untuk memfasilitasi jemaah asal Indonesia.

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa CEO Danantara, Rosan Roeslani, sedang melakukan proses penawaran (bidding) kompetitif untuk mendapatkan lahan tersebut.

“Bulan ini, Pak Rosan Danantara lagi menge-bid melawan beberapa puluh pesaing untuk dapat tanah 400 meter dari Masjidil Haram,” ujar Hashim dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Prioritas untuk Jemaah Haji Lansia

Keputusan pemerintah untuk mengincar lokasi yang sangat dekat dengan pusat ibadah ini didasari oleh pertimbangan kemanusiaan, terutama bagi jemaah haji lanjut usia (lansia). Hashim menyoroti kondisi jemaah Indonesia yang banyak berusia antara 60 hingga 70 tahun.

“Jamaah Indonesia yang ke Tanah Suci banyak yang sudah sepuh, sudah umur 60–70 tahun. Harus jalan kaki 9–10 km,” jelas Hashim. Dengan adanya Kampung Haji yang dekat, diharapkan jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman, efisien, dan terjangkau.

Fasilitas dan Ekosistem Halal

Proyek Kampung Haji ini direncanakan tidak hanya sebagai tempat penginapan, tetapi juga sebagai pusat ekosistem ekonomi Indonesia di Arab Saudi. Beberapa poin utama dari rencana pembangunan ini meliputi:

  • Pembangunan Menara: Direncanakan akan dibangun kurang lebih 15 menara pada tahap pertama.
  • Fasilitas Kuliner: Akan tersedia restoran khas Indonesia, seperti masakan Padang dan Aceh, untuk kenyamanan lidah jemaah.
  • Luas Lahan: Sebelumnya, Danantara dilaporkan telah mengamankan total lahan seluas 45 hektare untuk pengembangan jangka panjang.

Pengembangan Kampung Haji di Mekah diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal global Indonesia serta memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi tanah air melalui pengelolaan akomodasi dan konsumsi jemaah secara mandiri.  (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya