Cadangan Emas Ditemukan di Kolokoa Gorontalo

Andhika Prasetyo
18/4/2026 07:06
Cadangan Emas Ditemukan di Kolokoa Gorontalo
ilustrasi(Antara)

Langkah ekspansi sumber daya kembali diperkuat sektor pertambangan emas melalui temuan eksplorasi baru yang dinilai berpotensi menopang produksi jangka panjang. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan hasil pengeboran awal yang positif di prospek Kolokoa, yang berdekatan dengan area konsesi Tambang Emas Pani di Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Dalam empat bulan terakhir, pengeboran awal telah mengonfirmasi keberadaan zona mineralisasi emas yang luas, termasuk temuan dekat permukaan dengan kadar mencapai 1,57 gram per ton (g/t). Berdasarkan 30 lubang bor, Kolokoa memiliki target eksplorasi sebesar 20-40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas. Jika dikonversi secara indikatif, kisaran ini setara dengan potensi sekitar 200 ribu hingga 600 ribu ons emas.

Direktur Utama EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyebut temuan ini sebagai penguatan strategis bagi pengembangan Tambang Emas Pani.

“Prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan,” ujarnya.

Secara geografis, Kolokoa berada dalam distrik mineral yang sama dan hanya berjarak sekitar 500 meter dari deposit utama Pani. Posisi ini menjadikannya kandidat sumber daya satelit yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia, sekaligus meningkatkan efisiensi pengangkutan material dan pengendalian kadar bijih.

Prospek Kolokoa merupakan bagian dari sejumlah target eksplorasi prioritas dalam area konsesi perseroan seluas 14.670 hektare. Uji metalurgi awal menggunakan metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi, yakni 87–94% untuk material oksida dan 81–92% untuk material transisi, yang dinilai kompatibel dengan operasi Pani saat ini.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa estimasi tonase dan kadar masih bersifat konseptual dan memerlukan eksplorasi lanjutan untuk dapat dikonversi menjadi sumber daya mineral yang terverifikasi.

Hingga kini, EMAS telah menyelesaikan 30 lubang bor dari total rencana 82 lubang pengeboran sepanjang 2026. Ke depan, eksplorasi akan difokuskan pada pengujian batas area, peningkatan keyakinan sumber daya, serta evaluasi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani.

Sebagai informasi, Tambang Emas Pani mulai berproduksi pada Februari 2026 dengan target produksi 100.000-115.000 ons emas pada tahun ini. Tambang ini diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan potensi produksi puncak lebih dari 500.000 ons per tahun, seiring pengembangan fasilitas heap leach dan carbon-in-leach.

“Perseroan akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah untuk meningkatkan keyakinan terhadap potensi sumber daya di proyek ini,” kata Boyke.

Temuan Kolokoa melengkapi capaian sebelumnya, di mana perseroan telah mencatat cadangan bijih sebesar 5,2 juta ons emas dari total sumber daya mineral mencapai 7,0 juta ons, mempertegas strategi ekspansi berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat basis sumber daya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya