Ketua MPR: Transformasi Bisnis Perkokoh Fondasi Industri Nasional

Rahmatul Fajri
17/4/2026 21:27
Ketua MPR: Transformasi Bisnis Perkokoh Fondasi Industri Nasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja strategis ke kawasan industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) di Cilegon, Jumat (17/4). 

Kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara ini jadi sinyal kuat dukungan negara atas keberhasilan transformasi Krakatau Steel Group yang terus menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Dirut Akbar Djohan. Momentum ini menegaskan Krakatau Steel Group bukan cuma entitas bisnis, melainkan aset strategis nasional yang krusial dalam memperkokoh struktur manufaktur nasional sekaligus meningkatkan daya saing baja lokal di tengah ketatnya kompetisi global.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah transformasi signifikan Krakatau Steel Group dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, perubahan ini membawa perusahaan jadi entitas yang lebih adaptif dan kompetitif.

“Krakatau Steel Group mengalami transformasi besar dan bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Ini industri baja yang patut kita banggakan sebagai terbesar di Indonesia,” tegas Ahmad Muzani di sela kunjungannya, Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, pimpinan lembaga tinggi negara ini menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kinerja agar perusahaan kian efisien di kancah internasional.

Ia menilai kombinasi teknologi mutakhir dan kualitas SDM yang mumpuni menjadi kunci sukses perusahaan dalam mencatatkan laba dan memperbaiki tata kelola keuangan secara fundamental. “Kami melihat kemampuan teknologi dan SDM yang dimiliki sangat baik. Dampaknya nyata, Krakatau Steel Group kini mampu mencatatkan laba dan terus memperbaiki pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ketua MPR RI menaruh harapan besar agar Krakatau Steel Group terus memperkokoh perannya sebagai ikon kebanggaan nasional. Ia menegaskan Krakatau Steel Group harus jadi andalan utama, baik dalam memenuhi kedaulatan baja domestik maupun ekspansi di pasar ekspor.

“Kebutuhan baja ke depan akan terus melonjak, mulai dari pembangunan infrastruktur, industri otomotif, hingga perkeretaapian. Kami berharap Krakatau Steel Group jadi tumpuan utama semua sektor strategis itu dan terus melaju sebagai pemimpin industri baja nasional,” katanya.

Visi ini, kata dia, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri. Dengan performa kian solid, Krakatau Steel Group diyakini mampu menjawab tantangan kebutuhan material bermutu tinggi yang jadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Direktur Utama Krakatau Steel Group Akbar Djohan menegaskan tingginya kepercayaan negara merupakan katalis strategis bagi perusahaan untuk mengakselerasi transformasi dan performa bisnis secara berkelanjutan.

“Apresiasi dan kepercayaan negara adalah motivasi besar bagi kami untuk terus memacu efisiensi serta memperkuat rantai pasok nasional. Kami berkomitmen penuh menjalankan peran sebagai aset strategis dalam mewujudkan kemandirian industri nasional,” tegas Akbar Djohan yang juga menjabat Chairman IISIA dan ALFI/ILFA.

Lebih lanjut, Akbar menjelaskan peta jalan transformasi perusahaan kini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Fokus utama yakni mendukung akselerasi industrialisasi dan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional lewat penguatan sektor baja sebagai fondasi utama pembangunan.

Akbar menegaskan keunggulan Krakatau Steel Group tidak hanya pada produksi baja, tetapi juga pada kawasan industri terintegrasi yang didukung ekosistem lengkap mulai dari pasokan energi, pengolahan air, teknologi, hingga konektivitas logistik melalui kereta api, jalan tol, dan pelabuhan.

“Kini kami tengah mengembangkan kawasan industri baru di Anyer, Kabupaten Serang, yang fokus pada sektor petrokimia dan industri strategis, dan diproyeksikan berstatus Kawasan Ekonomi Khusus,” ujarnya. Ia menambahkan kawasan industri itu memiliki luas awal sekitar 400 hektare yang akan berkembang hingga lebih dari 2.000 hektare, serta diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri baru sekaligus magnet investasi di wilayah barat Indonesia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya