Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN siber di Indonesia menunjukkan tren yang semakin kompleks dan masif. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, sepanjang periode Januari hingga 15 November 2025, terdeteksi sekitar 5,2 miliar anomali trafik internet yang berpotensi menjadi indikasi serangan siber.
“Dalam satu detik, rata-rata terdapat 182 anomali trafik. Ini menjadi perhatian serius karena meskipun tidak semuanya merupakan serangan, anomali tersebut berpotensi berkembang menjadi ancaman siber,” kata Deputi Keamanan Siber dan Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas dalam acara “Selalu Waspada : Forum Kolaboratif Penanganan Fraud dan Scam Digital” yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4).
Dari total anomali yang terdeteksi, sekitar 93,78% di antaranya berkaitan dengan malware yang berpotensi berkembang menjadi ransomware. Kondisi ini menunjukkan tingginya risiko serangan yang dapat mengganggu sistem digital, termasuk sektor strategis seperti perbankan.
Slamet mengungkapkan, dalam sektor perbankan terdapat tiga titik utama yang menjadi sumber kerentanan serangan siber. Pertama adalah sisi nasabah, yang kerap menjadi target melalui metode seperti phishing, social engineering, hingga penyebaran malware pada layanan mobile banking maupun internet banking.
Kedua, kerentanan juga muncul pada sistem pendukung perbankan yang melibatkan pihak ketiga atau supply chain, seperti payment gateway dan switching system. Pada titik ini, serangan dapat menyasar sistem middleware atau open banking dengan metode seperti account takeover maupun malware.
Adapun titik ketiga berada pada core system perbankan itu sendiri. Menurut Slamet, serangan pada lapisan ini bisa berasal dari pihak eksternal maupun internal, termasuk potensi penyalahgunaan akses oleh oknum pegawai atau mitra yang memiliki akses ke sistem.
“Objek yang disasar bisa sistem inti maupun middleware, dengan berbagai metode seperti phishing, malware, ransomware, hingga internal fraud dan system takeover,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa lanskap ancaman siber saat ini tidak lagi hanya berfokus pada sistem utama, melainkan juga menyasar pengguna dan ekosistem pendukung secara menyeluruh.
Untuk itu, BSSN mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman tersebut. Sinergi antara pemerintah, industri perbankan, perusahaan teknologi informasi, industri keamanan siber, asosiasi, serta kalangan akademisi dinilai menjadi kunci dalam mencegah dan menangani potensi serangan, khususnya yang berkaitan dengan penipuan digital (scam) dan fraud. (E-4)
Sosiolog IPB Dr Ivanovich Agusta menyebut maraknya penipuan online di Indonesia bukan sekadar kelalaian individu, melainkan gejala kerentanan sosial.
TRANSFORMASI digital di sektor jasa keuangan Indonesia terus mendorong perluasan inklusi dan akses layanan.
KBRI di Phnom Penh melaporkan 692 WNI yang sebelumnya terjerat sindikat penipuan daring berhasil dipulangkan sejak 30 Januari hingga 22 Februari 2026.
Memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran, masyarakat di Banyumas Raya, Jawa Tengah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online yang marak terjadi.
KASUS penipuan dengan modus kabar orang tua meninggal dilaporkan mulai marak terjadi di Kota Depok, Jawa Barat, pada awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved