Rupiah Melemah ke Rp17.143 meski Ada Sinyal Damai AS-Iran

 Gana Buana
15/4/2026 17:15
Rupiah Melemah ke Rp17.143 meski Ada Sinyal Damai AS-Iran
Nilai tukar rupiah tetap belum terdongkrak dengan negosiasi damai AS-Iran.(Antara)

RUPIAH gagal memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS dan berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026). Meski muncul harapan dari rencana negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sentimen tersebut dinilai belum cukup bertenaga untuk mengangkat posisi mata uang Garuda dari tekanan eksternal.

Berdasarkan data pasar, nilai tukar Rupiah merosot 16 poin atau 0,09% ke level Rp17.143 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.127 per dolar AS. Pelemahan ini juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang terkoreksi ke Rp17.141 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menegaskan bahwa dominasi tekanan global masih menjadi batu sandungan utama bagi penguatan rupiah.

"Tekanan eksternal masih mendominasi, meskipun dolar AS sempat melemah. Optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor yang menahan penguatan dolar, namun belum cukup kuat untuk mendorong apresiasi signifikan pada rupiah," ujar Amru dilansir dari Antara, Rabu (15/4).

Pasar global sebenarnya sempat merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka pintu dialog dengan Teheran di Pakistan dalam waktu dekat. Kabar ini sempat memicu risk appetite investor, namun sikap hati-hati tetap mendominasi karena arah kebijakan Washington yang dinilai sangat dinamis dan sulit diprediksi.

Laporan dari Sputnik menyebutkan Wakil Presiden AS JD Vance kemungkinan besar akan kembali memimpin delegasi dalam putaran kedua negosiasi tersebut. Sebelumnya, pembicaraan di Islamabad akhir pekan lalu guna mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari belum membuahkan kesepakatan permanen.

Di tengah ketidakpastian global, Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus melakukan langkah mitigasi melalui intervensi di pasar valas, baik di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Amru menambahkan bahwa stabilitas Rupiah saat ini masih ditopang oleh fundamental domestik yang cukup solid, termasuk cadangan devisa sebesar 148,3 miliar dolar AS dan koordinasi ketat dengan pemerintah dalam menjaga APBN tetap prudent. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya