Digitalisasi Armada Kapal Perkuat Distribusi Energi Nasional

Andhika Prasetyo
15/4/2026 13:16
Digitalisasi Armada Kapal Perkuat Distribusi Energi Nasional
ilustrasi(Antara)

PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat keandalan distribusi energi nasional melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya lewat sistem monitoring armada kapal yang terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan pasokan energi tetap lancar di tengah dinamika operasional.

Pengelolaan sistem dilakukan melalui Command Centre di kantor pusat Pertamina di Jakarta, yang berfungsi sebagai pusat pemantauan operasional kapal secara harian, baik armada milik sendiri maupun kapal charter. Dari ruang kendali ini, pergerakan kapal dipantau secara menyeluruh, mulai dari posisi, kecepatan, hingga progres pelayaran di setiap rute distribusi.

Melalui sistem berbasis data yang terintegrasi, pemantauan dilakukan secara real-time sehingga memberikan visibilitas yang lebih komprehensif terhadap pergerakan armada. Dengan pendekatan ini, tim operasional dapat lebih cepat mengantisipasi potensi keterlambatan dan melakukan penyesuaian secara tepat.

Selain itu, sistem monitoring juga diperkuat dengan pengawasan berbasis CCTV yang terpasang di kapal. Snapshot dari kamera tersebut dikirim secara berkala ke darat dan ditampilkan dalam dashboard operasional, sehingga aktivitas di kapal tetap terpantau secara berkelanjutan.

Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas distribusi energi.

“Dengan sistem monitoring yang terintegrasi, kami memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap pergerakan armada. Hal ini memungkinkan kami merespons dinamika operasional dengan lebih cepat serta menjaga ketepatan distribusi energi di berbagai wilayah,” ujarnya.

Lebih lanjut, sistem ini dilengkapi fitur alert dan reporting yang memungkinkan deteksi dini terhadap berbagai kondisi operasional. Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data. Digitalisasi juga mendorong transparansi, termasuk melalui akses sistem monitoring yang dapat digunakan bersama mitra kapal charter. Tak hanya itu, sistem juga memiliki fitur fraud detection untuk mengidentifikasi potensi penyimpangan operasional. Penguatan ini didukung oleh implementasi Enhanced Daily Tanker Position (EDTP) 3.0 yang meningkatkan stabilitas sistem serta integrasi data operasional secara lebih menyeluruh.

Pemanfaatan teknologi seperti geofencing serta integrasi data geografis, termasuk cuaca dan alur pelayaran, turut membantu meningkatkan akurasi pengambilan keputusan operasional. Seluruh sistem ini juga terhubung dengan Pertamina Integrated Digital Command Center (PIDCC) atau Pertamina Hub, yang mengonsolidasikan berbagai data operasional secara real-time dalam satu platform terpusat.

Dengan integrasi tersebut, pemantauan armada dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu ekosistem digital, termasuk dukungan visual dari CCTV kapal untuk memperkuat visibilitas operasional. Lebih dari sekadar memastikan kelancaran distribusi, sistem ini juga menjadi langkah mitigasi terhadap potensi risiko dan penyimpangan di lapangan. Arif menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak hanya pada aspek monitoring, tetapi juga pada keberlanjutan distribusi energi bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya, yang kami monitor bukan hanya pergerakan armada, tetapi juga memastikan energi dapat terus tersalurkan secara berkelanjutan dan dapat diandalkan bagi masyarakat di berbagai wilayah,” tutupnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya