UMKM Indonesia Bidik Pasar Tiongkok

M Ilham Ramadhan Avisena
10/4/2026 20:26
UMKM Indonesia Bidik Pasar Tiongkok
Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kiri).(Dok Kementerian UMKM)

MENTERI Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilai pasar Tiongkok membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia. Namun, keberhasilan tidak bisa diraih tanpa penyesuaian yang matang. Hal itu disampaikan dalam wawancara bersama China Global Television Network (CGTN), bagian dari China Media Group.

Sorotan media utama Tiongkok terhadap kunjungan Maman mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap peran UMKM dalam hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok. Dalam wawancara tersebut, ia menekankan bahwa besarnya populasi dan keragaman preferensi konsumen di Tiongkok menjadi peluang sekaligus tantangan.

Menurutnya, produk Indonesia, terutama yang memiliki nilai budaya dan karakter khas, memiliki daya tarik tersendiri di pasar tersebut. Namun, faktor penerimaan pasar sangat bergantung pada pemahaman terhadap kebiasaan dan selera lokal.

Maman menegaskan bahwa pelaku UMKM perlu melakukan adaptasi menyeluruh agar produk dapat diterima. Penyesuaian tersebut tidak hanya terbatas pada kualitas, tetapi juga mencakup rasa, kemasan, hingga strategi pemasaran yang relevan dengan konsumen setempat.

Ia juga menilai fleksibilitas menjadi keunggulan UMKM dalam menghadapi tuntutan pasar luar negeri. Dibandingkan pelaku usaha besar, UMKM dinilai lebih cepat menyesuaikan produk sesuai kebutuhan pasar yang dinamis.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons kebijakan Tiongkok yang dikenal sebagai “high-quality opening up”, yakni pendekatan keterbukaan ekonomi yang tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga menuntut peningkatan standar kualitas dan integrasi dengan pasar domestik Tiongkok.

Dalam konteks ini, peluang bagi UMKM Indonesia untuk masuk lebih dalam ke ekosistem ekonomi Tiongkok semakin terbuka. Namun, peluang tersebut juga diiringi tuntutan peningkatan daya saing dan pemahaman pasar secara berkelanjutan.

"Pemahaman terhadap budaya lokal menjadi faktor penting. Preferensi konsumen, kebiasaan, serta cara produk dikemas dan dipresentasikan akan sangat memengaruhi penerimaan pasar," ujar Maman.

Ia menambahkan, keberhasilan ekspansi tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada kemampuan membangun kemitraan dengan pihak lokal yang memahami karakter pasar setempat. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya