Rupiah Merosot, BI Optimalkan Pemanfaatan Seluruh Instrumen Operasi Moneter

Ihfa Firdausya
07/4/2026 18:40
Rupiah Merosot, BI Optimalkan Pemanfaatan Seluruh Instrumen Operasi Moneter
Ilustrasi(Antara)

BANK Indonesia (BI) menyampaikan saat ini stabilitas menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut BI akan  mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF maupun NDF di offshore market," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (7/4).

Destry mengatakan dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah. Dalam hal ini kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara ekspotir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian nasional.

"Sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut," tutupnya.

Sementara itu, nilai tukar mata uang rupiah hari ini 7 April 2026 ditutup merosot tajam hingga menembus level Rp17.105 per dolar AS atau USD, yang merupakan level terlemah sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Berdasarkan data pasar yang terverifikasi, pelemahan ini melampaui titik terendah sebelumnya, memicu kekhawatiran di sektor pasar modal dan riil. Tekanan terhadap mata uang rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen global yang agresif dan kondisi makroekonomi domestik. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya