Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank BUMN Berpeluang Dongkrak Laba

Naufal Zuhdi
07/4/2026 09:08
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank BUMN Berpeluang Dongkrak Laba
ilustrasi(Antara)

Dukungan terhadap ekonomi kerakyatan dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai tidak hanya menjadi bagian dari mandat pembangunan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kinerja bisnis bank pelat merah. Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance, Abdul Manap Pulungan, menilai bahwa penguatan pembiayaan ke sektor-sektor yang terkait dengan program pemerintah justru dapat menjadi sumber pertumbuhan laba bagi bank-bank Himbara.

Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi global, sejumlah sektor yang terhubung dengan program prioritas pemerintah tetap berjalan stabil. UMKM pun masih mendapatkan dukungan, termasuk dalam bentuk penjaminan, sehingga menjadi segmen yang relatif resilien.

“Himbara mencetak laba signifikan. Sebagai agent of development, mereka memang harus mendukung program pemerintah, tetapi hal itu juga berdampak positif terhadap fundamental bisnis mereka,” ujarnya.

Manap menjelaskan, keterlibatan dalam program-program pemerintah mendorong bank untuk berekspansi ke wilayah baru yang sebelumnya belum tergarap. Dalam jangka panjang, langkah ini dapat memperluas basis nasabah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.

Namun demikian, ia mengingatkan agar ekspansi tersebut tetap dilakukan secara terukur dan tidak mengorbankan kualitas portofolio kredit.

“Dukungan terhadap program pemerintah tidak boleh mengabaikan aspek bisnis. Penyaluran kredit harus tetap hati-hati karena akan berdampak pada laba dan kualitas aset ke depan,” katanya.

Manap juga menekankan pentingnya bagi bank BUMN untuk tetap fokus pada sektor yang telah dikuasai, guna menjaga stabilitas rasio kredit bermasalah (NPL).

“Jika terlalu agresif masuk ke sektor berisiko tinggi yang belum dikuasai, hal itu bisa berdampak pada kinerja laba dan NPL di periode berikutnya,” tambahnya.

Salah satu contoh implementasi strategi tersebut terlihat pada Bank Mandiri yang mencatatkan kinerja solid melalui penyaluran kredit ke sektor produktif.

Hingga Februari 2026, kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7% secara tahunan (YoY), diikuti oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.644,8 triliun yang naik 16,3% YoY.

"Laba bersih Bank Mandiri tercatat tumbuh 16,7% YoY menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi dari layanan digital," ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini.

Dengan fundamental yang solid tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi nasional. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya