Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah signifikan pada perdagangan Senin (30/3) pagi. Pelemahan ini mengikuti tren negatif bursa saham kawasan Asia seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG merosot 76,53 poin atau 1,08% ke posisi 7.020,53. Senasib, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terkoreksi 11,00 poin atau 1,53% ke posisi 707,96.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh berita utama (headline-driven) terkait ketegangan di Timur Tengah.
“Kiwoom Research ingatkan para investor untuk masih lebih banyak menahan diri, *wait and see* menunggu perkembangan perang AS-Iran, serta data payroll AS dan data Inflasi Indonesia, serta keputusan mitigasi risiko krisis BBM yang sedianya dirilis pemerintah pekan ini,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Senin (30/3).
Sentimen global kian memanas setelah kabar potensi penambahan 10.000 pasukan AS ke wilayah konflik.
Di sisi lain, upaya mediasi oleh Pakistan melalui proposal perdamaian 15 poin belum membuahkan hasil signifikan karena Iran tetap menolak proposal AS, meski telah mengizinkan 20 kapal melintas di Selat Hormuz.
Konflik yang memasuki pekan kelima ini berdampak langsung pada pasokan energi dunia. Harga minyak mentah jenis Brent dan WTI bertahan di atas US$100 per barel akibat penutupan efektif Selat Hormuz yang biasanya menyalurkan 15-20 juta barel per hari.
UBS memprediksi dalam skenario ekstrem, harga minyak bisa menyentuh US$150 per barel. Kondisi ini dikhawatirkan memicu inflasi global di atas 4% dan mendorong resesi di wilayah AS serta Eropa.
Di dalam negeri, pemerintah terus melakukan komunikasi intensif agar pasokan energi tetap terjaga.
Meski dua kapal tanker Pertamina (Pertamina Pride dan Gamsunoro) telah mendapat izin keluar dari Selat Hormuz, risiko terhadap ketahanan energi nasional tetap tinggi.
Kapasitas kedua tanker tersebut hanya setara dengan 1 hingga 1,5 hari kebutuhan BBM nasional, sehingga gangguan berkepanjangan di Hormuz akan berdampak langsung pada stabilitas domestik.
Koreksi IHSG pagi ini selaras dengan kejatuhan bursa global pada penutupan pekan lalu (27/3). Di Wall Street, indeks Dow Jones anjlok 1,73%, S&P 500 melemah 1,67%, dan Nasdaq terkoreksi 1,93%. Kondisi serupa terjadi di Eropa ketika indeks Euro Stoxx 50 dan DAX Jerman masing-masing melemah di atas 1 persen.
Pagi ini, bursa regional Asia pun memerah tajam:
Ketidakpastian ini diperparah dengan tekanan politik di internal AS, saat jutaan orang melakukan demonstrasi menentang kebijakan Presiden Donald Trump.
Kondisi ini membuat aset aman (safe haven) seperti emas dan Yen Jepang pun gagal memberikan perlindungan maksimal, sehingga investor memilih untuk mengurangi eksposur risiko secara agresif. (Ant/Z-1)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
INDEKSĀ Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved