Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra. Acara peresmian program ini dilaksanakan di Aula Wali Kota Sibolga, Sumatra Utara.
Pada tahap pertama, Baznas menyalurkan dana sebesar Rp1,5 miliar yang dialokasikan bagi 1.500 mustahik di 12 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Setiap penerima manfaat mendapatkan dana hibah sebesar Rp1 juta yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing guna memastikan transparansi dan ketepatan penyaluran bantuan.
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menegaskan program ini merupakan bentuk kehadiran zakat, infak, dan sedekah dalam menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. Inisiatif tersebut sengaja dirancang sebagai instrumen bantuan ekonomi bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana.
"Program Kita Jaga Usaha ini dirancang khusus untuk menjadi bantuan ekonomi bagi pelaku UMKM yang usahanya terpuruk akibat bencana agar mereka bisa segera bangkit kembali. Kami ingin memastikan modal usaha yang diberikan dapat menjadi stimulan bagi kemandirian ekonomi para mustahik secara berkelanjutan," jelas Imdadun dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Dia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil dari kolaborasi kemanusiaan yang kuat antara Baznas dan para mitra. Sebanyak 51 mitra disebutnya turut berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
"Terdapat 51 mitra yang berkontribusi dalam tahap pertama ini. Dukungan mereka sangat krusial dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi di wilayah terdampak. Kami berharap sinergi ini terus kuat agar target menjangkau 5.000 mustahik di seluruh wilayah Sumatra dengan total anggaran Rp5 miliar dapat segera tercapai," ujarnya.
Menurut Imdadun, penerima manfaat dalam program ini dipilih berdasarkan kriteria ketat, yakni pelaku usaha mikro dengan omzet di bawah Rp500 ribu per hari atau pendapatan bulanan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Prioritas diberikan kepada pemilik usaha mandiri yang memiliki rencana pengembangan usaha yang jelas namun terkendala modal akibat dampak bencana alam.
Selain memberikan bantuan modal, Baznas RI bekerja sama dengan Baznas daerah setempat untuk melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap perkembangan usaha para mustahik. Langkah ini diambil agar bantuan yang diberikan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan benar-benar diputar kembali sebagai modal kerja yang produktif.
"Melalui peluncuran Program KJU ini, Baznas berharap angka kemiskinan di wilayah pascabencana dapat ditekan melalui penguatan sektor akar rumput. Dengan modal yang terjaga, para pelaku usaha mikro diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga naik kelas menjadi muzaki di masa depan," tutur Imdadun. (E-3)
Pada Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Bontang berhasil mencatatkan 20 kontrak dagang dan 1 nota kesepahaman (MoU) dengan buyer internasional.
Banyak di antara peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang kini menghadapi berbagai tantangan baru.
Program ini juga memberikan pelatihan menyeluruh, mulai dari administrasi bank sampah, sistem pencatatan tabungan, hingga keterampilan daur ulang sampah.
TRANSFORMASI digital UMKM kian bergerak ke arah model “website-first”.
Kesenjangan pendanaan UMKM di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp2.400 triliun. Amartha hadirkan solusi pembiayaan inklusif untuk tingkatkan pendapatan pelaku usaha.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko mengatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bisa menjadi stimulus usaha mikro.
Produk dari pelaku usaha mikro dan kecil di Tanah Air disebut semakin kompetitif. Antusiasme masyarakat terhadap berbagai produknya juga semakin meningkat.
PENGUATAN peran pengusaha mikro, kecil, dan menengah, dalam pertumbuhan ekonomi terus dilakukan saat terjadi efisiensi anggaran, perang dagang internasional, dan konflik geopolitik.
Wakil Kepala Divisi Retail dan Mikro BRI Insurance Edi Sugianto menuturkan para pelaku UMKM, termasuk emak-emak, dibekali pengetahuan mengenai pentingnya asuransi mikro.
DUA usaha mikro, Amoza Koffie dan MasterBrew, memperoleh Program Kedaireka untuk Pembinaan IRT-UM Berbasis Kemitraan Klaster (I) dari (Kemendiktisaintek).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved