Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Anggaran atau Banggar DPR RI mengusulkan sejumlah langkah strategis kepada pemerintah untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Ketua Banggar DPRI Said Abdullah menyebut penguatan fondasi fiskal perlu dilakukan secara bersama-sama agar perekonomian nasional tetap terjaga.
Said menyampaikan, berbagai dinamika global, mulai dari gejolak pasar keuangan hingga konflik Timur Tengah, berpotensi menimbulkan efek rambatan terhadap perekonomian Indonesia. Meski demikian, ia menilai kondisi fiskal nasional masih berada dalam koridor yang relatif aman.
“Kita tidak perlu gaduh dan tidak perlu menjadi bangsa yang kagetan. Kalau melihat asumsi makro dan postur APBN tahun ini, sebenarnya masih cukup terjaga,” ujar Said dalam keterangannya, Kamis (12/3).
Untuk menjaga stabilitas fiskal tersebut, Banggar DPR RI menyampaikan empat usulan kebijakan yang dapat menjadi pertimbangan pemerintah. Pertama, pemerintah diminta melakukan penajaman program prioritas yang bersifat mendesak.
Menurut Said, program yang memang sangat dibutuhkan masyarakat harus tetap dilanjutkan agar tidak mengganggu pelayanan publik maupun agenda pembangunan nasional. “Kami berharap pemerintah melakukan penajaman terhadap program-program yang benar-benar prioritas dan mendesak. Program seperti itu tentu harus tetap dilanjutkan,” katanya.
Kedua, program yang bersifat prioritas tetapi tidak terlalu mendesak dapat dipertimbangkan untuk ditunda sementara. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan ruang fiskal tambahan bagi pemerintah dalam menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi global.
Ketiga, Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu mendorong pemerintah melakukan penajaman kebijakan subsidi agar lebih tepat sasaran. Ia menilai masih terdapat tingkat kesalahan penyaluran subsidi yang cukup tinggi, baik dari sisi penerima yang tidak berhak maupun masyarakat yang seharusnya menerima tetapi belum terjangkau.
"Subsidi kita masih memiliki tingkat kesalahan yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan penajaman agar benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Keempat, Banggar DPR RI juga mendorong pemerintah untuk memperkuat bantuan sosial yang bersifat produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Said, dukungan modal usaha bagi pelaku UMKM, khususnya sektor mikro, dapat membantu menggerakkan sektor riil di tengah tekanan ekonomi global.
Ia menyebut dari sekitar 43,9 juta pelaku UMKM di Indonesia, sebagian besar merupakan usaha mikro yang membutuhkan dukungan pembiayaan skala kecil agar dapat terus berkembang. Keempat langkah tersebut, kata Said, merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal nasional.
Hal itu sekaligus untuk memastikan APBN tetap mampu berfungsi sebagai instrumen stabilisasi ekonomi di tengah dinamika global yang terus berkembang.
“Kalau usaha mikro ini mendapatkan dukungan modal yang relatif kecil sekalipun, dampaknya bisa langsung terasa pada pergerakan sektor riil,” tandasnya. (H-3)
Dari sisi belanja, kata dia, cara lainnya, yakni pemerintah bisa melakukan efisiensi dengan fokus terhadap berbagai program yang tidak prioritas.
Tampuk kepemimpinan OJK dijabat oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua merangkap Wakil Ketua OJK, serta Hasan Fawzi yang memegang kendali Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
KETUA DPD PDI Perjuangan Jawa Timur periode 2025-2030, Said Abdullah, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus partai untuk melakukan rekrutmen anggota secara besar-besaran di Jawa Timur.
ANGGOTA DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah menilai pengelolaan tambang batubara yang diberikan pada PBNU terlalu kecil derajatnya untuk dijadikan sumber perpecahan dan konflik PBNU
KETUA DPD PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah mengajak anak muda untuk berani berbicara dan mengkritik kebijakan. Hal tersebut ia sampaikan saat acara RedTalks: Suara Muda untuk Jatim Keren.
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved