Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global yang memicu lonjakan harga energi dan pangan, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dalam membelanjakan Tunjangan Hari Raya (THR).
Perencana Keuangan sekaligus Duta Literasi Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rista Zwestika, menekankan pentingnya sikap waspada agar dana tahunan ini tidak menguap begitu saja untuk kebutuhan konsumtif.
Rista menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia yang dinamis menuntut masyarakat untuk memiliki ketahanan finansial yang lebih kuat. Sebagai panduan praktis, ia memperkenalkan formula sederhana yang disebut sebagai prinsip 3P: Prioritas, Proteksi, dan Perayaan.
1. Prioritas: Selesaikan Kewajiban Utama
Langkah pertama yang harus dilakukan saat THR cair adalah menetapkan prioritas.
Menurut Rista, dana THR sebaiknya dialokasikan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan pokok yang berkaitan langsung dengan ibadah dan tradisi Idul Fitri.
"Saya biasa menyarankan masyarakat memakai prinsip sederhana yaitu THR sama dengan 3P. Prioritas, proteksi, dan perayaan," ujar Rista, dikutip Kamis (12/3).
Komponen prioritas ini mencakup pembayaran zakat sebagai kewajiban agama, biaya mudik bagi yang merencanakan pulang kampung, serta kebutuhan operasional keluarga selama hari raya. Dengan mengamankan pos ini di awal, seseorang dapat terhindar dari utang setelah Lebaran usai.
2. Proteksi: Mempertebal Dana Darurat
Salah satu poin krusial yang sering terlupakan adalah perlindungan keuangan. Di masa depan yang sulit diprediksi, memiliki cadangan kas jauh lebih berharga daripada mengikuti tren gaya hidup.
Rista menyarankan agar sebagian THR disisihkan untuk memperkuat dana darurat, terutama bagi mereka yang tabungannya belum mencapai angka ideal.
"Jika dana darurat belum ideal dengan minimal 6-12 bulan dari pendapatan, maka sebagian THR memang sebaiknya dialokasikan untuk memperkuat dana darurat, karena di masa ketidakpastian, cash buffer sering kali lebih penting daripada gaya hidup sesaat," tuturnya menjelaskan.
Selain dana darurat, ia juga menyarankan masyarakat untuk melirik investasi pada aset-aset dengan risiko rendah dan nilai yang stabil (safe haven).
Pilihan seperti emas, Surat Berharga Negara (SBN), dan reksa dana dianggap cocok untuk menjaga nilai aset di tengah tensi geopolitik yang menegang.
3. Perayaan: Bersukacita Secara Proporsional
Pilar terakhir dari prinsip ini adalah perayaan. Rista menegaskan bahwa menikmati hasil kerja keras melalui perayaan Idul Fitri bersama keluarga tetap diperbolehkan, namun dengan catatan harus dilakukan secara bijak.
Ia mengingatkan agar alokasi dana untuk konsumsi perayaan, seperti jamuan makan atau hantaran, tetap diupayakan agar tidak berlebihan dan sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.
Dengan menerapkan strategi 3P ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu merayakan kemenangan di hari raya, tetapi juga tetap memiliki napas keuangan yang panjang setelah masa libur berakhir. (Ant/Z-1)
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Berdasarkan temuan VIDA, setidaknya ada dua modus utama yang perlu diwaspadai masyarakat pada momen THR kali ini:
Kategori utang mahal meliputi instrumen konsumtif dengan bunga tinggi yang jika dibiarkan akan terus menggerogoti arus kas.
Utang terkelola seperti kredit kepemilikan rumah atau pinjaman dengan bunga rendah yang tidak harus dibayar segera, menurut Rista, tidak selalu harus dilunasi menggunakan dana THR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved