Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDATANGAN Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi angin segar bagi stabilitas finansial pekerja. Namun, alokasi dana tahunan ini memerlukan strategi matang agar tidak sekadar numpang lewat.
Perencana Keuangan Rista Zwestika, CFP, WMI, menyarankan masyarakat untuk menggunakan skala prioritas dalam melunasi kewajiban, terutama dengan membedakan antara "utang mahal" dan "utang terkelola."
Rista menjelaskan bahwa memprioritaskan pelunasan utang yang membebani keuangan adalah langkah krusial.
"Saya biasanya menggunakan pendekatan sederhana. Utang mahal vs utang terkelola," ujar Rista, dikutip Kamis (12/3)
Menurutnya, kategori utang mahal meliputi instrumen konsumtif dengan bunga tinggi yang jika dibiarkan akan terus menggerogoti arus kas.
"Utang mahal seperti kartu kredit, paylater, pinjaman konsumtif bunga tinggi, sebaiknya dilunasi terlebih dahulu," tegasnya.
Karakteristik utang jenis ini yang berbunga tinggi menjadikannya beban berat bagi kesehatan finansial jika tidak segera dibereskan.
Di sisi lain, tidak semua kewajiban harus diselesaikan menggunakan dana THR. Rista menilai utang terkelola, seperti Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) atau pinjaman dengan bunga rendah yang jatuh temponya tidak mendesak, tidak selalu harus menjadi prioritas pelunasan saat ini.
Dalam situasi ekonomi yang dinamis dan penuh ketidakpastian, menjaga ketersediaan dana tunai atau likuiditas jauh lebih penting daripada memaksakan diri bebas utang namun kehilangan pegangan uang.
"Tidak selalu harus dilunasi dengan THR. Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, menjaga likuiditas juga penting. Karena itu saya sering menyampaikan prinsip, 'Jangan sampai bebas utang, tapi kehabisan uang'," ungkap Rista.
Ia pun menyarankan agar sebagian dana THR tetap disisihkan sebagai cadangan uang tunai untuk berjaga-jaga menghadapi situasi darurat.
Strategi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara mengurangi beban masa lalu dan mengamankan kebutuhan masa depan.
Kewajiban pembayaran THR sendiri telah dipertegas oleh Pemerintah melalui penerbitan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2026 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa hak pekerja ini merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap pengusaha.
Dengan regulasi yang sudah jelas ini, para pekerja diharapkan dapat mengelola hak finansial mereka secara lebih bijaksana dan terencana. (Ant/Z-1)
KPK menilai praktik pemberian tunjangan hari raya (THR) oleh kepala daerah kepada forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) terjadi secara masif di sejumlah wilayah Indonesia.
Jala PRT menyambut pengesahan UU PPRT usai 22 tahun perjuangan. Regulasi ini jadi tonggak perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga di Indonesia.
Sisa THR jangan habis begitu saja. Ubah jadi emas lewat BRImo mulai 0,01 gram, real-time, tanpa biaya admin, dan lebih bernilai untuk jangka panjang.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti temuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait maraknya pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Ingin berbagi THR tanpa ribet? Gunakan QRIS Transfer dan fitur transfer emas di BRImo.
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
Berdasarkan temuan VIDA, setidaknya ada dua modus utama yang perlu diwaspadai masyarakat pada momen THR kali ini:
DI tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global yang memicu lonjakan harga energi dan pangan, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dalam membelanjakan THR.
Utang terkelola seperti kredit kepemilikan rumah atau pinjaman dengan bunga rendah yang tidak harus dibayar segera, menurut Rista, tidak selalu harus dilunasi menggunakan dana THR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved