Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/3/2026) sore ditutup menguat tajam. Pergerakan indeks kali ini dipicu oleh koreksi harga minyak mentah di tingkat global serta data ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi.
IHSG ditutup menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke posisi 7.440,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,37 poin atau 1,25 persen ke posisi 759,94.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Rarna Lim, menjelaskan bahwa IHSG berhasil melakukan technical rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya. Faktor utama penggerak pasar adalah anjloknya harga minyak mentah dunia.
Pada perdagangan Selasa pukul 16.35 WIB, harga minyak acuan jenis WTI tercatat turun 7,83 persen ke level US$87,35 per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent turun 7,99 persen ke level US$91,05 per barel.
"Melemahnya harga minyak global seiring dengan potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), usai Presiden Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sudah very complete," ujar Rarna dalam kajiannya di Jakarta.
Dari sisi domestik, kepercayaan investor diperkuat oleh data penjualan ritel yang solid. Penjualan ritel domestik tumbuh 5,7 persen secara year on year (yoy) pada Januari 2026, meningkat signifikan dari 3,5 persen pada Desember 2025. Angka ini lebih baik dari perkiraan awal sebesar 4 persen (yoy).
Akselerasi penjualan ritel diperkirakan akan terus berlanjut pada Februari dan Maret 2026. Hal ini didorong oleh momentum Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, serta persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor (11 sektor) menguat. Sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,85 persen, disusul sektor industri (2,69 persen) dan sektor barang konsumen nonprimer (2,68 persen).
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.027.866 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 36,27 miliar lembar senilai Rp19,16 triliun. Sebanyak 534 saham terpantau naik, 190 saham menurun, dan 93 saham stagnan.
Penguatan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang ditutup di zona hijau:
| Indeks Bursa | Kenaikan | Posisi Akhir |
|---|---|---|
| Nikkei (Jepang) | +2,88% | 54.248,40 |
| Hang Seng (Hong Kong) | +2,17% | 25.959,90 |
| Strait Times (Singapura) | +2,19% | 4.861,64 |
Investor saat ini tengah mengalihkan fokus ke Amerika Serikat untuk menantikan rilis data inflasi Februari 2026. Data ini akan menjadi petunjuk krusial bagi arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. (Ant/I-2)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG mencatatkan rebound 6,14% dalam sepekan (6-10 April 2026) didorong meredanya tensi geopolitik global. Simak analisis lengkap dan proyeksi pasar ke depan.
Harga minyak mentah global berbalik menguat yaitu minyak jenis WTI berada di level 97,44 dolar AS per barel.
Tekanan geopolitik kembali menghantam pasar keuangan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis sore.
IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke posisi 7.710,54 pada Kamis (5/3/2026). Simak analisis aksi bargain hunting investor dan daftar saham top gainers hari ini.
IHSG hari ini (23/2/2026) melonjak 1,50% ke level 8.396,08. Simak analisis dampak pembatalan tarif Donald Trump oleh MA AS terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved