Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI Inc dan FTSE Russell. Ia meyakini itu akan menghasilkan hasil yang positif bagi pasar modal nasional.
“Saya tidak memikirkan skenario terburuk, karena saya yakin pasar modal Indonesia akan terus berkembang,” kata Oki di sela kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (25/2).
Ia juga memproyeksikan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuju kembali ke level psikologis 9.000 hanya tinggal menunggu waktu. Pada penutupan perdagangan Rabu sore, IHSG tercatat menguat 41,40 poin atau 0,50 persen ke posisi 8.322,23. Menurut Oki, dengan kondisi fundamental ekonomi yang tetap solid, tidak ada alasan kuat bagi pasar modal Indonesia untuk tidak melanjutkan tren penguatan.
Ia menilai prospek pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas makro masih terjaga, didukung oleh kinerja mayoritas emiten yang kuat, terutama jika melihat neraca keuangan 100 perusahaan berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa salah satu aspek yang kini memasuki tahap akhir dalam diskusi dengan MSCI dan FTSE adalah peningkatan transparansi, khususnya terkait pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% serta penyediaan data investor yang lebih rinci.
BEI juga memastikan penyusunan aturan pencatatan terkait ketentuan minimum free float sebesar 15% telah rampung per 19 Februari 2026. Saat ini, bursa tengah menjalani proses internal sebelum draf final regulasi diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terkait penerbitan daftar konsentrasi kepemilikan saham (shareholders concentration list), BEI menyatakan penyusunannya dilakukan secara akuntabel dengan metodologi dan standar operasional prosedur yang kini masih dalam tahap finalisasi. (Ant/E-3)
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
IHSG hari ini anjlok ke level 7.129,49 dipicu ketegangan di Selat Hormuz dan penurunan outlook empat bank besar oleh Fitch Ratings
IHSG dibuka melemah tipis ke 7.378 pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak harga minyak global dan pelemahan Rupiah terhadap laju bursa hari ini.
MSCI soroti reformasi pasar modal Indonesia. OJK klaim transparansi dan integritas meningkat, jadi sinyal kuat bagi investor global jelang review indeks 2026.
IHSG ditutup melemah 0,46% ke level 7.559 pada 21 April 2026. Sentimen negatif dipicu keputusan MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia.
BEI terus menjalin komunikasi dengan MSCI dan investor global. Meski reformasi diakui, MSCI masih menahan kebijakan terhadap Indonesia hingga review Juni 2026.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali menahan perubahan bobot saham Indonesia dalam rebalancing indeks periode Mei 2026.
IHSG diproyeksi bergerak datar dengan kenaikan terbatas pekan depan. Investor masih defensif, menanti katalis baru di tengah tekanan global dan isu MSCI domestik RI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved