Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi NasDem, Fauzi H. Amro menyoroti disiplin fiskal dan potensi pelebaran defisit anggaran yang mengancam stabilitas ekonomi. Hal tersebut ia sampaikan usia Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Evaluasi Perekonomian 2025 dan Prospek 2026’ beberapa waktu lalu.
Fauzo mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak tahun lalu yang hanya menyentuh angka 86,7 persen menjadi catatan merah bagi pemerintah. Jika tren ini berlanjut, ia mengkhawatirkan ruang fiskal negara akan semakin menyempit.
“Kalau pola (penerimaan pajak yang rendah) ini terulang di 2026, defisit anggaran bisa menembus batas aman 3 persen. Reformasi perpajakan dan pembenahan birokrasi internal harus diperkuat agar pendapatan negara terpenuhi tanpa mengganggu program pemerintah,” kata Fauzi melalui keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Meski memberikan catatan kritis pada sektor pajak, Fauzi menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di masa depan masih realistis untuk dicapai. Syaratnya, pemerintah harus fokus memberikan intervensi kebijakan pada sektor manufaktur dan agrikultur yang selama ini menjadi penyumbang utama pertumbuhan nasional.
Berdasarkan evaluasi kinerja 2025, pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,11 persen. Fauzi memandang sektor industri pengolahan dan pertanian membutuhkan perhatian lebih serius untuk mendongkrak angka tersebut.
“Dua sektor ini adalah kontributor tertinggi. Jika ditangani dengan intervensi kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal yang mustahil,” ujarnya.
Di sisi lain, Fauzi mengapresiasi kinerja pemerintah pada sektor pendapatan nonpajak. Ia mencatat capaian cukai sudah hampir menyentuh 100 persen, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bahkan berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Fauzi menekankan bahwa konsistensi kebijakan di awal tahun, khususnya pada bulan Januari dan Februari, akan menjadi penentu capaian ekonomi selama 11 bulan ke depan. Ia mendorong pemerintah untuk segera mengoptimalkan ruang fiskal yang ada agar program-program strategis nasional tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami di NasDem ingin melihat outlook ekonomi yang lebih realistis namun berkualitas. Evaluasi ini penting agar fondasi ekonomi kita berkelanjutan hingga akhir tahun,” pungkasnya. (H-2)
Tantangan utama Indonesia bukan pada kekurangan sumber daya, melainkan bagaimana mengorkestrasi sumber daya menjadi kapasitas nyata.
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
LONJAKAN harga komoditas global kembali membuka perdebatan lama terkait potensi penerimaan negara yang hilang. Indonesia dinilai membutuhkan instrumen fiskal baru berupa windfall tax.
EKONOM Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengingatkan pemerintah untuk lebih serius dalam mengelola fiskal di tengah meningkatnya tekanan APBN imbas konflik di timur tengah
Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik dinilai berpotensi menekan ketahanan energi dan fiskal Indonesia.
keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global saat ini.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved