Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara sebagai langkah untuk mengendalikan harga di pasar internasional. Kebijakan ini diambil mengingat Indonesia merupakan salah satu pemasok utama batu bara dunia.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam Kuliah Umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia bertajuk Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2).
Bahlil menjelaskan, keputusan pemangkasan RKAB didasarkan pada prinsip keseimbangan pasokan dan permintaan.
"Kenapa RKAB kita lagi potong nih? Karena supply and demand. Harga batu bara kita dikendalikan oleh asing," ujar politikus Partai Golkar itu.
Ia memaparkan total konsumsi batu bara dunia mencapai sekitar 8,9 miliar ton. Namun, yang benar-benar diperdagangkan secara global hanya sekitar 1,3 miliar ton.
Dari jumlah tersebut, Indonesia menyuplai sekitar 560 juta ton atau sekitar 43%–44% ke pasar ekspor. Meski demikian, Indonesia belum sepenuhnya mampu mengendalikan harga.
"Indonesia menyuplai batu bara ke luar negeri 560 juta sampai 44%. Namun, harganya bukan kita yang kendalikan. Ini kan abuleke namanya. Saya naikkan HBA (Harga batu bara acuan) mereka ikut tetapi itu hanya bayar pajaknya, pembayarannya itu beda,” kata Bahlil.
Menurutnya, pemerintah perlu menerapkan supply and demand atau penawaran dan permintaan secara tegas. Jika produksi melimpah sementara permintaan rendah, harga akan tertekan. Karena itu, produksi perlu disesuaikan dengan tingkat konsumsi agar tercipta keseimbangan dan harga tetap terjaga.
"Maka saya bilang kalau begitu kita pakai hukum ekonomi supply and demand. Jadi kalau kita produksinya banyak, permintaannya sedikit, harganya murah. Ya kita buat saja keseimbangan berapa konsumsi itu yang diproduksi," tegasnya.
Bahlil juga menyoroti kebiasaan pelaku usaha yang selama ini cenderung memproduksi dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan kondisi pasar. Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam tidak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
"Nah, masalahnya pengusaha-pengusaha kita, teman-teman saya ini, sudah terlalu terbiasa dengan produksi banyak terus. Saya katakan, 'Bos, negara ini bukan milik kita saja, ada anak cucu kita. Kalau memang belum laku dengan harga baik ya jangan dulu kita produksi secara masif. Kasih tinggallah anak cucu kita ini,'" ucapnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga cadangan batu bara agar tidak habis akibat produksi berlebihan dan penjualan dengan harga murah.
"Suatu saat kita meninggal, mereka ini yang melanjutkan perjuangan negara ini. Jangan di saat mereka memimpin, barang sudah habis karena kelakuan kita. Sudah begitu jual murah lagi," pungkas Bahlil.
Kuliah umum Media Indonesia turut didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), ExxonMobil, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), PetroChina International Jabung Ltd, Harbour Energy, PT Energi Mega Persada (EMP), PT Pertamina EP, dan Medcom.id. (I-2)
Anggota Komisi XI DPR Amin Ak peringatkan potensi kebocoran ekspor batu bara US$20 miliar akibat mis-invoicing yang rugikan APBN hingga Rp85 triliun.
NEXT Indonesia Center menyampaikan hasil riset dugaan praktik misinvoicing atau selisih pencatatan kepabeanan dalam kegiatan ekspor batu bara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan harga batu bara acuan (HBA) periode kedua April 2026 naik.
DPR dorong penggunaan rupiah dalam transaksi pembelian batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
Pemerintah Jepang memutuskan tidak memberlakukan pembatasan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara yang kurang efisien pada 2026.
Harga batu bara acuan periode I April 2026 turun ke 99,87 dolar AS per ton (Rp1,69 juta). Tekanan pasar global berlanjut, meski ESDM membuka opsi relaksasi produksi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Kementerian ESDM menetapkan Harga Batu bara Acuan (HBA) periode pertama Desember 2025 mayoritas menguat, kecuali untuk batu bara kalori tinggi yang turun menjadi 98,26 dolar AS per ton
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved