Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pasar modal Indonesia memiliki daya serap yang kuat untuk menampung rencana kenaikan porsi saham beredar di publik (free float) menjadi 15%, dari sebelumnya 7,5%. OJK meminta pelaku pasar tidak meremehkan kekuatan permintaan investor.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menyatakan optimisme tersebut didasarkan pada kondisi riil pasar yang menunjukkan likuiditas tinggi dan minat investor yang solid.
“Jangan pernah kita underestimate bahwa demand itu ada,” ujar Inarno di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/1).
Menurutnya, aktivitas transaksi di BEI dalam beberapa hari terakhir menjadi indikator kuat. Nilai transaksi harian tercatat konsisten di kisaran Rp40 triliun, bahkan sempat melonjak hingga Rp61 triliun.
“Dari situ kami melihat potensi itu ada. Permintaan untuk menuju free float 15% itu ada,” tegasnya.
Inarno menambahkan, kebijakan peningkatan free float merupakan target strategis OJK yang tidak bergantung pada penilaian lembaga indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Tanpa adanya ketentuan MSCI sekalipun, kita tetap akan melakukan free float,” ujarnya.
Pemerintah pun optimistis seluruh proses penyesuaian kebijakan tersebut dapat dirampungkan sebelum Mei. Di tengah dinamika pasar, OJK mengimbau investor tetap menjaga rasionalitas dalam mengambil keputusan investasi.
“Kami mengingatkan kepada seluruh investor agar tetap tenang dan rasional dalam mengambil setiap keputusan investasi,” kata Inarno.
Sebelumnya, dalam surat resmi kepada investor global, MSCI menyoroti persoalan fundamental pasar modal Indonesia, terutama terkait transparansi dan kelayakan investasi (investability). MSCI menilai rendahnya porsi saham yang beredar di publik membuat pasar kurang likuid dan rentan terhadap pembentukan harga yang tidak sepenuhnya transparan.
MSCI juga mencatat banyak emiten di Indonesia masih didominasi pemegang saham pengendali, sehingga pergerakan harga belum sepenuhnya mencerminkan mekanisme pasar yang sehat. Atas dasar itu, MSCI mendorong peningkatan free float minimum menjadi 15% guna memperbaiki transparansi, likuiditas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. (Z-10)
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
MSCI soroti reformasi pasar modal Indonesia. OJK klaim transparansi dan integritas meningkat, jadi sinyal kuat bagi investor global jelang review indeks 2026.
Prajogo Pangestu jadi sorotan setelah saham BREN masuk daftar emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi versi BEI, ini dampaknya bagi investor.
Mengapa KSEI buka data pemilik saham 1%? Simak hubungan kebijakan ini dengan ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI ke Frontier Market.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru free float 15% di sini.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru OJK di sini.
Satgas PASTI Otoritas Jasa Keuangan menghentikan 951 pinjol ilegal dan 2 investasi bodong selama Januari-Maret 2026. Simak modus terbaru dan total dana yang diselamatkan.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Program tersebut juga diharapkan semakin mempercepat akses keuangan dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jumlah rekening pelajar di Indonesia tembus 59 juta dengan dana Rp30,31 triliun. OJK ungkap tren meningkat dan faktor pendorongnya di 2026.
Dorongan untuk memperdalam instrumen investasi di pasar modal Indonesia kian menguat seiring kebutuhan akan produk yang lebih beragam dan adaptif terhadap dinamika pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved