Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)/Krakatau Steel Group mengawali 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang.
Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun.
Langkah konkret ini bukan sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan kekuatan operasional dan strategi bisnis dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional.
Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini juga merefleksikan kekuatan positioning Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci industri hulu baja nasional.
Menurut Akbar Djohan, selaku Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri terintegrasi. Hal ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.
“Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tak hanya bicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri lebih sehat. Saat produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan makin solid,” ujarnya, di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Ia menilai kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang oleh sinergi berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang terjalin sebelumnya.
Lebih luas, lanjut dia, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan pondasi bisnis yang kian kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Hernowo meyatakan kerja sama ini bukanlah kolaborasi pertama. Hubungan kemitraan yang terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir.
“Sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan industri nasional atas pasokan baja yang stabil dan berkualitas” lanjut Hernowo.
Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton pada Februari 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti industri baja Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima pasar internasional. Hernowo menambahkan kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri.
"Dengan industri baja nasional yang kian solid, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%," pungkasnya. Sebagai informasi, penandatanganan LTSA dilakukan Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel Hernowo dan President Director PT Tata Metal Lestari Stephanus Bagus Pambudi (H-2)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi nasional fase II.
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi mencanangkan 13 proyek besar hilirisasi nasional tahap kedua.
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
Prabowo resmi mulai hilirisasi Rp116 triliun dengan 13 proyek strategis. Targetnya jelas, hentikan ekspor mentah dan dorong ekonomi mandiri Indonesia.
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved