Presiden Prabowo Canangkan 13 Proyek Hilirisasi Besar Senilai Rp116 Triliun, Ini Rinciannya

Lilik Darmawan
29/4/2026 20:05
Presiden Prabowo Canangkan 13 Proyek Hilirisasi Besar Senilai Rp116 Triliun, Ini Rinciannya
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun, Rabu (29/4/2026).(MI/Lilik Darmawan)

PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi mencanangkan 13 proyek besar hilirisasi nasional tahap kedua. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi groundbreaking yang dipusatkan di kompleks Kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4).

Proyek hilirisasi nasional tahap kedua ini menelan investasi fantastis senilai Rp116 triliun yang mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari energi, mineral, hingga pertanian. Presiden menegaskan bahwa proyek-proyek ini merupakan bagian dari peta jalan besar untuk memperluas nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Ada 13 proyek senilai kurang lebih Rp116 triliun, meliputi lima proyek energi, lima proyek mineral, dan tiga sektor pertanian. Ke depan akan kita tambah lagi, mungkin ada tahap 3, 4, 5, dan seterusnya," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Rincian 13 Proyek Strategis Hilirisasi

Implementasi hilirisasi ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan fokus pada pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi. Berikut adalah rincian sektor yang menjadi fokus utama:

  • Sektor Energi: Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap dan Dumai, pengembangan tangki penyimpanan BBM di Palaran, Biak, dan Maumere, serta proyek pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME).
  • Sektor Logam dan Mineral: Pengembangan industri baja berbasis nikel, produksi baja karbon dari bijih besi lokal di Cilegon, pembangunan ekosistem aspal Buton di Sulawesi Tenggara, serta hilirisasi tembaga dan emas di Gresik.
  • Sektor Pertanian: Pengolahan minyak sawit menjadi oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, serta pengolahan pala dan kelapa terintegrasi di Maluku Tengah.
Dampak Ekonomi: Pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai dengan kapasitas 62 ribu barel per hari diproyeksikan mampu menekan impor hingga 2 juta kiloliter per tahun dan menghemat devisa negara sebesar 1,25 miliar dolar AS.

Hilirisasi sebagai Kunci Kedaulatan Ekonomi

Presiden Prabowo menekankan bahwa hilirisasi adalah jawaban Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Menurutnya, konflik di berbagai belahan dunia seperti Ukraina, Gaza, hingga ketegangan di Teluk Persia berdampak langsung pada harga komoditas pangan dan energi domestik.

“Kebangkitan suatu bangsa adalah perjuangan berat. Satu-satunya jalan menuju keberhasilan adalah nasionalisme, cinta Tanah Air, dan persatuan,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan alam oleh bangsa sendiri agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat, bukan sekadar memberikan konsesi tanpa nilai tambah yang kembali ke tanah air.

Presiden mengakui bahwa proyek ini merupakan buah pemikiran panjang para teknokrat dan ilmuwan Indonesia selama puluhan tahun. "Kita tidak mau sekadar jual bahan baku, kita mau olah di dalam negeri supaya nilai tambah dinikmati rakyat Indonesia," imbuhnya.

Target Besar Danantara dan Kementerian Investasi

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa fase kedua ini adalah kelanjutan dari tahap pertama yang telah dimulai sejak Februari 2026.

“Total akan ada 30 proyek hilirisasi nasional senilai Rp239 triliun yang dikembangkan secara bertahap. Fase kedua ini mencakup 13 proyek strategis yang sangat vital bagi ketahanan energi dan pangan kita,” jelas Rosan.

Pemerintah berharap melalui sinergi antara BUMN dan pelaku industri swasta, proyek ini dapat berjalan tepat waktu untuk memperkuat struktur ekonomi nasional di tengah tantangan global abad ke-21. (LD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya