Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dapat terealisasi pada 2026. Program ini dirancang untuk menekan ketergantungan energi fosil, sekaligus menghentikan impor solar.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, penurunan impor solar sudah terlihat sejak penerapan program biodiesel B40. Pada 2024, impor solar tercatat sekitar 8,3 juta ton, kemudian turun menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025.
“Insyaallah di 2026, uji coba biodiesel B50 akan selesai pada semester pertama. Kalau berhasil, maka pada semester kedua akan kita canangkan penerapannya secara penuh,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1).
Menurut Bahlil, jika program B50 berjalan optimal dan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur yang akan segera diresmikan dan beroperasi. "Sehingga, kita tidak akan melakukan impor solar lagi di 2026," tegasnya.
Kendati demikian, pemerintah masih membuka opsi impor untuk jenis solar berkualitas tinggi tipe 51 yang digunakan untuk alat berat di wilayah bersuhu dingin dan berketinggian tinggi, seperti di area pertambangan. Pasalnya, kapasitas produksi dalam negeri untuk solar jenis tersebut masih belum mencukupi.
Ia menegaskan, impor solar tipe 51 tetap diperlukan agar kegiatan industri strategis tidak terganggu. Sementara itu, solar tipe 48 yang digunakan untuk kendaraan umum dan fasilitas publik telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
"Sampai hari ini, kami belum cukup untuk memproduksi solar tipe 51. Jadi, kita masih ada opsi untuk melakukan impor," terangnya.
Politikus Partai Golkar itu menegaskan, ketersediaan bahan baku sawit untuk B50 tidak menjadi persoalan karena Indonesia merupakan eksportir CPO terbesar di dunia. Pemerintah akan mengatur keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengutamakan kepentingan nasional.
“Kalau bicara Pasal 33 UUD 1945, ini bicara soal kedaulatan dan survival bangsa. Negara harus memastikan kebutuhan energi dalam negeri aman. Soal biaya, itu urusan pemerintah. Yang penting rakyat tahu barangnya ada,” ucapnya.
Bahlil juga memaparkan manfaat ekonomi dan lingkungan dari program biodiesel. Hingga penerapan B40, program ini telah menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp130,21 triliun serta menurunkan emisi karbon hingga 38,88 juta ton CO2. Selain itu, peningkatan nilai tambah dari minyak sawit mentah (CPO) menjadi biodiesel memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp20,43 triliun.
Terkait pengembangan bioenergi lainnya, Bahlil menyampaikan pemerintah tengah menyusun peta jalan (roadmap) bioetanol. Ia memastikan kebijakan mandatori bioetanol paling lambat akan diterapkan pada 2028, dengan roadmap ditargetkan rampung dalam waktu dekat. (H-3)
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
PENEMUAN sumur gas raksasaa diungkapkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sumur gas tersebut yakni di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, berikut fakta-fakta sumur gas
Sementara untuk BBM subsidi, lanjut dia, harganya tidak akan dinaikkan sampai harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) mencapai US$100.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sampaikan duka mendalam atas wafatnya Nus Kei yang merupakan paman dari John Kei akibat penikaman di Maluku Tenggara. Golkar desak pengusutan tuntas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut harga Pertamax berpotensi naik mengikuti harga minyak dunia, sementara Pertalite dipastikan aman hingga akhir 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan temuan gas 5 TCF dan 300 juta barel kondensat di Blok Ganal, Kalimantan Timur. Produksi diproyeksi capai 2.000 MMSCFD pada 2028.
Ia menjelaskan sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyatakan siap mendukung Langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pengembangan B50.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan implementasi program biodiesel B50 berbasis crude palm oil (CPO) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi.
Saat ini pemerintah masih melakukan tahap uji coba atau road test untuk memastikan kesiapan teknis implementasi di lapangan, khususnya di sektor transportasi.
LONJAKAN harga minyak dunia akibat eskalasi konflik Timur Tengah bisa menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat implementasi kebijakan biodiesel 50 persen atau B50.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved