KAI Siap Terapkan B50 di Perkeretaapian

Ihfa Firdausya
13/4/2026 10:08
KAI Siap Terapkan B50 di Perkeretaapian
Antara(Antara)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyatakan siap mendukung Langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pengembangan B50. B50 adalah program biodiesel Indonesia yang mencampurkan 50% bahan bakar nabati (minyak sawit/CPO) dengan 50% solar.

“KAI sangat antusias menyambut kehadiran B50 yang nantinya dapat diterapkan pada perkeretaapian,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan yang dikutip, Senin (13/4).

KAI memastikan seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan B50 dipastikan melalui rangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum resmi melayani pelanggan.

"Kami sangat mendukung rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM. Pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju membuat kereta api semakin unggul dalam menjaga kelestarian alam, sehingga kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang," tambah Anne.

Saat ini, seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar Biosolar B40. Bahan bakar dengan campuran 40% bahan nabati ini telah digunakan secara menyeluruh sejak Februari 2025, setelah melewati rangkaian uji coba bersama yang sukses sejak Juli 2024.

Melalui penggunaan energi terbarukan ini, operasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah dan memperkuat perannya sebagai solusi logistik serta transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan.

“Di tengah kondisi bahan bakar minyak (BBM) yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan. Dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM ini, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang lebih sustain dan ramah lingkungan," tutur Anne.

Di samping itu, lanjutnya, kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan terus tergambar dari peningkatan volume pelanggan. Selama Triwulan I 2026, sebanyak 14.515.350 pelanggan menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal.

Angka itu tumbuh 18,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 12.261.632 pelanggan.

Selain mengantar penumpang, kereta api juga mendukung kebutuhan vital ratusan juta masyarakat melalui angkutan logistik. Selama Triwulan I 2026, KAI mengangkut 12.075.002 ton batu bara untuk memastikan ketersediaan listrik di Jawa dan Bali, serta 2.873.440 ton barang lainnya seperti peti kemas, hasil kebun, hingga kiriman retail.

Seluruh distribusi logistik ini kini bergerak dengan kereta api yang lebih ramah lingkungan berkat penggunaan Biosolar B40 pada seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya